Post ADS 1
Post ADS 1
REDAKSI
Rabu, 4/29/2026 08:42:00 AM WIB
EkbisHeadlinepemerintahan

Dandim 0615/Kuningan Kawal KDMP, Dorong Hilirisasi Pangan dan Kemandirian Desa



Dari kiri: Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh. Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si., H. Rokhmat Ardiyan, M.M. (tengah), dan Wabup Kuningan Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn. (kanan), usai peninjauan KDMP, Selasa (29/04/2026).




KUNINGAN, (BK).–

Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kian menguat di Kabupaten Kuningan sebagai upaya strategis dalam mempercepat hilirisasi pangan dan mendorong kemandirian ekonomi desa. Hal tersebut terlihat saat jajaran pemerintah daerah bersama unsur TNI dan legislatif meninjau langsung progres pembangunan KDMP di Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Selasa (29/4/2026).

Peninjauan ini melibatkan sejumlah pejabat, di antaranya Anggota DPR RI Fraksi Gerindra H. Rokhmat Ardiyan, MM, Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, SH., M.Kn., Komandan Kodim 0615/Kuningan Letkol Arh. Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si., Kepala Disperindag Toni Kusmanto, Camat Cilimus Ade Beye, serta perangkat desa setempat.

Komandan Kodim 0615/Kuningan Letkol Arh. Hafda Prima Agung menegaskan bahwa TNI berperan aktif dalam mengawal pembangunan KDMP agar berjalan sesuai target dan standar teknis. Ia menyampaikan pengawasan dilakukan secara ketat demi menjamin kualitas infrastruktur koperasi.

“Kami berkomitmen mengawal proses pembangunan ini agar selesai tepat waktu dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 ditargetkan sedikitnya 250 titik KDMP berdiri di wilayah Kuningan.

“Pembangunan maksimal kami dorong selesai pada akhir Juli. Bangunan juga dipastikan menggunakan material berkualitas dengan struktur tanah yang stabil dan tahan terhadap beban kendaraan berat,” imbuhnya.


Sementara itu, Anggota DPR RI H. Rokhmat Ardiyan menjelaskan bahwa KDMP merupakan program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah konkret memperkuat hilirisasi sektor pangan dan energi di daerah.

Ia menuturkan, koperasi desa memiliki peran penting dalam memutus rantai distribusi yang selama ini dinilai panjang, khususnya untuk kebutuhan petani seperti pupuk.

“Dengan adanya KDMP, kebutuhan petani seperti pupuk bisa langsung tersedia di desa sehingga harga lebih terjangkau,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, KDMP juga membuka peluang usaha baru yang bernilai ekonomi tinggi, seperti pengolahan minyak jelantah menjadi bahan baku avtur melalui kerja sama dengan Pertamina, serta pemanfaatan sekam padi untuk produksi bioetanol.

“Minyak goreng bekas itu ada nilainya. Bisa diolah menjadi bahan baku avtur. Begitu juga sekam padi yang bisa dimanfaatkan untuk bioetanol,” kata dia.

Ia juga menambahkan bahwa koperasi akan menyediakan layanan keuangan dengan bunga rendah guna membantu masyarakat desa keluar dari jeratan rentenir.

Di sisi lain, Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani menilai KDMP menjadi solusi konkret bagi petani, terutama dalam hal pemasaran hasil pertanian.

“Petani komoditas seperti kapulaga, pala, cengkeh, hingga padi kini tidak lagi kesulitan memasarkan hasil panennya karena koperasi hadir langsung di tengah desa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran KDMP tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga berpotensi mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat desa.

Lebih lanjut, Dandim Hafda Prima Agung mengungkapkan bahwa launching serentak tahap awal KDMP direncanakan pada 18 Mei 2026 untuk 1.000 titik di wilayah Jawa dan Lampung. Untuk Kabupaten Kuningan, pelaksanaannya akan menyesuaikan petunjuk teknis dari kementerian terkait.

Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, serta instansi seperti PLN dan Bulog, KDMP diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD). (Apip/ BK)