![]() |
| Ketua KOMPAK Fery Rizkiana Tri Putra saat menyampaikan pandangannya terkait isu PHK massal, Senin (27/4/2026), menilai Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar sebagai daerah tujuan investasi baru. |
KUNINGAN ,(BK).–
Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang melanda sejumlah perusahaan nasional menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Di tengah situasi tersebut, Ketua Komite Pemuda Asli Kuningan (KOMPAK), Fery Rizkiana Tri Putra, justru melihat adanya peluang strategis bagi daerah untuk menarik investasi baru.
Fery menyampaikan pandangannya pada Senin (27/4/2026), sebagai respons terhadap meningkatnya kasus PHK di sejumlah kota besar. Ia secara langsung menegaskan bahwa kondisi tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum oleh pemerintah daerah.
“Badai PHK di kota-kota besar harus menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk menjemput bola. Kita punya daya tarik alam yang luar biasa, ketersediaan SDM muda yang melimpah, dan yang paling penting adalah iklim daerah yang kondusif untuk menjaring investor,” ujar Fery.
Secara tidak langsung, Fery menilai bahwa stabilitas daerah serta potensi sektor unggulan seperti pariwisata, industri kreatif, dan agribisnis menjadi kekuatan utama Kuningan dalam menarik minat investor baru. Ia memandang bahwa dibandingkan daerah industri padat modal, Kuningan memiliki fleksibilitas ekonomi yang lebih adaptif.
Ia juga secara langsung menyebut Kuningan sebagai daerah yang memiliki daya tarik tinggi bagi pelaku usaha.
“Kuningan itu paket lengkap. Geografisnya strategis, UMK yang kompetitif, dan keamanan daerah yang terjaga,” katanya.
Dalam penjelasan lanjutannya, Fery secara tidak langsung menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang ramah, terutama melalui kemudahan perizinan dan kepastian hukum. Ia mengingatkan bahwa tanpa dukungan regulasi yang jelas, potensi besar yang dimiliki Kuningan tidak akan optimal.
Lebih jauh, mantan Presiden Mahasiswa Universitas Kuningan itu secara langsung menyampaikan optimisme bahwa Kuningan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Jawa Barat.
“Jika kita bisa mengemas potensi ini dengan baik, Kuningan bukan hanya akan menyerap tenaga kerja lokal, tapi juga bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat yang tahan terhadap guncangan ekonomi nasional,” imbuhnya.
Secara tidak langsung, ia juga menilai bahwa langkah strategis ini sangat penting untuk menekan angka pengangguran serta memberikan alternatif lapangan kerja bagi masyarakat yang terdampak efisiensi di kota besar. Ia pun mengajak seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk menjaga kondusivitas daerah.
“Ini saatnya kita membuka pintu selebar-lebarnya bagi bisnis yang berkelanjutan. Dengan begitu, isu PHK nasional tidak akan berdampak sistemik ke daerah jika kita memiliki ketahanan ekonomi lokal yang kuat,” tutupnya. (Apip/BK)






