![]() |
| Babinsa bersama petani saat proses pemuatan gabah hasil panen ke kendaraan pengangkut Bulog di Desa Mekarjaya, Ciawigebang, Senin (13/4/2026). |
CIAWIGEBANG, (BK). –
Upaya menjaga stabilitas harga pangan di tingkat petani terus dilakukan aparat kewilayahan. Anggota Koramil 1509/Ciawigebang, Sertu Dadi Haryadi, turun langsung mengawal proses penyerapan gabah petani oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciawigebang, Senin (13/4/2026).
Kegiatan penyerapan berlangsung di Dusun Cimenang RT 001 RW 002, dengan sasaran hasil panen milik Ibu Sopiah. Dalam proses tersebut, Bulog menyerap gabah jenis Gabah Kering Panen (GKP) varietas Pandan Wangi dengan harga Rp6.500 per kilogram, sesuai Harga Penetapan Pemerintah (HPP).
Sertu Dadi Haryadi mengatakan, kehadirannya di lapangan merupakan bentuk pendampingan agar proses penyerapan berjalan transparan dan petani mendapatkan harga yang layak.
“Kami memastikan gabah petani diserap sesuai HPP, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, total gabah yang berhasil diserap dalam kegiatan tersebut mencapai 3.330 kilogram dan seluruhnya diterima oleh Bulog.
Upaya menjaga stabilitas harga pangan di tingkat petani terus dilakukan aparat kewilayahan. Anggota Koramil 1509/Ciawigebang, Sertu Dadi Haryadi, turun langsung mengawal proses penyerapan gabah petani oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciawigebang, Senin (13/4/2026).
Kegiatan penyerapan berlangsung di Dusun Cimenang RT 001 RW 002, dengan sasaran hasil panen milik Ibu Sopiah. Dalam proses tersebut, Bulog menyerap gabah jenis Gabah Kering Panen (GKP) varietas Pandan Wangi dengan harga Rp6.500 per kilogram, sesuai Harga Penetapan Pemerintah (HPP).
Sertu Dadi Haryadi mengatakan, kehadirannya di lapangan merupakan bentuk pendampingan agar proses penyerapan berjalan transparan dan petani mendapatkan harga yang layak.
“Kami memastikan gabah petani diserap sesuai HPP, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, total gabah yang berhasil diserap dalam kegiatan tersebut mencapai 3.330 kilogram dan seluruhnya diterima oleh Bulog.
“Alhamdulillah, hasil panen petani dapat terserap maksimal,” imbuhnya.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Mekarjaya Ade Pirdaus, perwakilan Bulog Cirebon Jaka, serta Ade Andriana dari pihak Raksabumi Mekarjaya. Sinergi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi pangan.
Ade Pirdaus menyampaikan, pendampingan yang dilakukan Babinsa memberikan rasa aman bagi petani dalam melakukan transaksi. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak membuat proses berjalan lebih tertib dan terbuka.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Mekarjaya Ade Pirdaus, perwakilan Bulog Cirebon Jaka, serta Ade Andriana dari pihak Raksabumi Mekarjaya. Sinergi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi pangan.
Ade Pirdaus menyampaikan, pendampingan yang dilakukan Babinsa memberikan rasa aman bagi petani dalam melakukan transaksi. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak membuat proses berjalan lebih tertib dan terbuka.
“Petani merasa lebih tenang karena harga jelas dan prosesnya transparan,” katanya.
Pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan kondusif. Tidak hanya menjadi proses jual beli, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan stakeholder terkait dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Sertu Dadi Haryadi berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung stabilitas harga serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan kondusif. Tidak hanya menjadi proses jual beli, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan stakeholder terkait dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Sertu Dadi Haryadi berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung stabilitas harga serta meningkatkan kesejahteraan petani.
“Harapannya, kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan tetap terjaga melalui sinergi yang solid,” pungkasnya. (Apip/BK)








