KUNINGAN, (BK). –
Peristiwa menegangkan dialami Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan saat mengevakuasi cincin yang tersangkut di kemaluan seorang pria berinisial A, warga Kuningan, pada Sabtu (11/4/2026) malam.
Kejadian tersebut bermula dari rasa penasaran korban setelah melihat informasi di internet. Kepala Damkar Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan bahwa korban mencoba memasang cincin pada alat vitalnya tanpa mempertimbangkan risiko.
“Ide pemasangan cincin di kemaluan itu didapat dari internet. Karena penasaran, saudara A mencoba memasangnya, namun setelah dipasang cincin tersebut tidak bisa dilepaskan,” ujar Andri.
Ia menuturkan, insiden tersebut telah berlangsung selama tiga hari sebelum akhirnya mendapat penanganan dari Damkar. Selama itu, korban sempat berupaya melepas cincin secara mandiri, namun tidak berhasil.
Menurut Andri, korban kemudian mendatangi salah satu rumah sakit umum di Kuningan untuk meminta bantuan medis. Namun, pihak rumah sakit menyarankan agar proses pelepasan dilakukan oleh Damkar karena membutuhkan alat khusus.
“Selama tiga hari A berusaha melepaskan cincin, tapi tidak berhasil. Karena khawatir terjadi hal yang membahayakan, korban mendatangi RSU di Kuningan dan disarankan meminta bantuan ke Damkar,” tuturnya.
Proses evakuasi dilakukan oleh lima anggota piket Regu 3 Damkar Kuningan. Dalam pelaksanaannya, petugas mengalami kesulitan karena posisi cincin berada di bagian pangkal kemaluan sehingga membutuhkan ketelitian saat pemotongan.
“Karena cincin tersangkut di bagian pangkal, petugas cukup kesulitan saat proses pemotongan,” jelasnya.
Meski demikian, upaya evakuasi akhirnya berhasil dilakukan dengan aman dan korban selamat tanpa mengalami luka serius. Andri menambahkan, jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan infeksi hingga cedera yang lebih parah.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mencoba hal-hal berisiko tanpa pengetahuan dan pengawasan profesional.
“Kami berharap masyarakat tidak melakukan hal di luar nalar tanpa instruksi dari pihak yang berkompeten, karena bisa membahayakan kesehatan bahkan mengancam nyawa,” pungkasnya.(Apip/BK)
“Selama tiga hari A berusaha melepaskan cincin, tapi tidak berhasil. Karena khawatir terjadi hal yang membahayakan, korban mendatangi RSU di Kuningan dan disarankan meminta bantuan ke Damkar,” tuturnya.
Proses evakuasi dilakukan oleh lima anggota piket Regu 3 Damkar Kuningan. Dalam pelaksanaannya, petugas mengalami kesulitan karena posisi cincin berada di bagian pangkal kemaluan sehingga membutuhkan ketelitian saat pemotongan.
“Karena cincin tersangkut di bagian pangkal, petugas cukup kesulitan saat proses pemotongan,” jelasnya.
Meski demikian, upaya evakuasi akhirnya berhasil dilakukan dengan aman dan korban selamat tanpa mengalami luka serius. Andri menambahkan, jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan infeksi hingga cedera yang lebih parah.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mencoba hal-hal berisiko tanpa pengetahuan dan pengawasan profesional.
“Kami berharap masyarakat tidak melakukan hal di luar nalar tanpa instruksi dari pihak yang berkompeten, karena bisa membahayakan kesehatan bahkan mengancam nyawa,” pungkasnya.(Apip/BK)






