Keluarga besar SMA Negeri 3 Kuningan menggelar acara halal bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H berlangusng di sekolah setempat, belum lama ini.
KUNINGAN,
(BK).-
Keluarga
besar GTK SMA Negeri 3 Kuningan usai melaksanakan kegiatan halal bihalal Idul
Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah/2026 M, dengan penuh kekeluargaan serta bernuansa
kekeluargaan cukup kental berlangsu di sekolah setempat, belum lama ini.
Kegiatan
yang penuh keakraban itu itu, dihadiri Kepala SMA Nmegeri 3 Kuningan, H Moch
Chaeri MPdI, seluruh Wakasek para GTK
SMAN 3 Kuningan berjumlah 75 orang. Atas kehadirannya pertanda sebagai wujud komitmen dalam menjaga kebersamaan dan
memperkuat sinergi dalam pelaksanaan tugas pendidikan. Selain itu, hadir pula sebanyak
28 orang yang telah memasuki batas usia pendiun (purnabakti) sehingga menambah makna tersendiri dalam kegiatan
tersebut. Pertemuan lintas generasi ini menjadi ruang silaturahmi yang tidak
hanya mempertemukan kembali kenangan dan pengalaman, tetapi juga memperkokoh
nilai-nilai kebersamaan dan rasa memiliki terhadap almamater.
Kepala SMAN 3 Kuningan H Moch Chaeri MPd.I
Seperti
biasa pada momentum halal bihalal ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk saling
memaafkan, membersihkan hati, serta mempererat tali persaudaraan di antara
seluruh warga sekolah. Dalam suasana yang penuh keakraban, setiap individu
saling berinteraksi dengan hangat, menciptakan energi positif yang diharapkan
dapat berdampak pada peningkatan kinerja, etos kerja, serta kolaborasi yang
lebih harmonis ke depannya. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan saling
menghargai menjadi landasan penting dalam membangun budaya kerja yang sehat dan
produktif di lingkungan sekolah.
Dalam
kegiatan tersebut, ditandai penyampaian
hikmah halal bihalal oleh Dr. Ugin Lugina, M.Pd.I. Dia mengajak seluruh peserta
untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai titik awal dalam meningkatkan
kualitas diri, baik secara spiritual maupun sosial. Pentingnya menjaga
silaturahmi, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dan
empati menjadi pesan utama yang diharapkan dapat diimplementasikan dalam
kehidupan sehari-hari. Wabil khusus dalam menjalankan tugas sebagai pendidik maupun
tenaga kependidikan.
Kegiatan
halal bihalal ini tidak hanya berhenti pada lingkup GTK, tetapi juga berlanjut
dalam interaksi yang lebih luas bersama peserta didik. Pada hari pertama masuk
sekolah, yaitu Senin, 30 Maret 2026, setelah pelaksanaan upacara bendera,
dilaksanakan kegiatan halal bihalal antara guru dan siswa. Kegiatan ini menjadi
momentum penting dalam membangun kembali kedekatan emosional serta mempererat
hubungan antara guru dan siswa setelah menjalani libur Hari Raya Idulfitri.
Dalam
suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, guru dan siswa saling bersalaman
dan bermaaf-maafan sebagai wujud implementasi nilai-nilai luhur IdulFitri.
Interaksi tersebut mencerminkan hubungan yang harmonis, humanis, dan penuh rasa
saling menghormati. Kegiatan ini juga menjadi sarana efektif dalam menanamkan
pendidikan karakter kepada peserta didik, khususnya nilai kejujuran, saling
menghargai, empati, serta tanggung jawab.
“Dengan
terselenggaranya rangkaian kegiatan halal bihalal, baik di lingkungan GTK
maupun antara guru dan siswa, diharapkan tercipta suasana sekolah yang semakin
kondusif, harmonis, dan penuh semangat kebersamaan. Semangat baru pasca-Ramadan
menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat
kolaborasi, serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang berorientasi pada
pembentukan generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi,” papar Kepala SMA
Negeri 3 Kuningan, H Chaeri. (HEM/BK)




