Post ADS 1
Post ADS 1
Rabu, 4/01/2026 10:17:00 AM WIB
HeadlinePendidikan

SMAN 1 Kadugede Gelar Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026 M, Diikuti Seluruh Peserta Didik, Staf Pengajar dan TU

 

Kepala SMA Negeri Kadugede Kabupaten Kuningan, Rhida Jaya Bhuana SPd, MPd, dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H berlangsung di halaman sekolah setempat, Senin (30/3/2026).



KUNINGAN, (BK).-

Keluarga besar SMAN 1 Kadugede Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan halal bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026 M yang diikuti oleh seluruh peserta didik, staf pengajar, dan pegawai tata usaha (TU) berlangsung di lingkungan sekolah setempat, Senin 30 Maret 2026.

 

“Ada dua makna yang bisa petik dalam suasana Idul Fitri ini. Id,  artinya kembali, Fitri artinya makan atau berbuka. Jadi, pada hari raya Idul Fitri kita boleh berbuka, boleh makan. Bukan hanya boleh, tapi wajib. Di tanggal 1 Syawal semua umat Islam diharamkan berpuasa,” demikian diungkapkan Kepala SMA Negeri 1 Kadugede, Rhida Jaya Bhuana MPd.I, dihadapan para siswa, guru dan TU selepas upacara berlangsung di halaman sekolah setempat.

 

Lanjut Riuda, itulah makna dari idul fitri. Kita berbahagia menyambutnya setelah sebulan penuh di siang hari kita harus menahan lapar dan haus. Arti yang kedua, Fitri dimaknai sebagai Fitrah, yang artinya suci. Di sinilah hakikat makna dari Idul Fitri. Kita kembali suci setelah melakukan ritual ibadah selama sebulan lamanya di bulan suci Ramadhan. Setelah berpuasa di siang hari, mendirikan shalat tarawih di malam hari, tadarus, dan makan sahur menjelang imsak, serta menahan diri dari ragam perbuatan dosa, kita seolah-olah kembali seperti bayi yang baru lahir. Bayi yang baru lahir ibarat kertas putih yang belum digoresi apa pun. Itulah orang yang telah berhasil melewati Ramadhan dengan perbuatan amal sholeh.

 

“Semua dosanya diampuni, dan pahala berlimpah menanti. Jika diibaratkan bayi yang baru lahir dalam hal tak punya dosa.  Begitu pun dengan silaturahmi kita hari ini. Setelah melewati libur yang cukup panjang di hari-hari menjelang dan setelah hari raya Idul Fitri 1447 H tahun ini, kita kembali ke sekolah dengan semangat baru guna menyongsong hari esok yang lebih cerah. Kalian adalah ibarat matahari yang baru terbit, yang sebentar lagi akan memancarkan cahayanya ke seantero jagat. Kalianlah matahari itu, yang akan menerangi dunia ini dengan penuh kehangatan dan semangat. Ingat, matahari tidak sekadar memberikan cahaya dan mencahayai, tapi juga memberikan kehidupan,” papar Rhida.

 

Ditambahkannya, termasuk daun-daun berfotosintesis, dan mekar jadi sumber energi bagi manusia karena manusia mengonsumsi pangan dari tumbuhan. Hewan-hewan pun merasakan kehangatan yang sama sehingga tumbuh menjadi sapi yang gemuk, kambing yang sehat, ayam yang bertelur dan berdaging, semua karena peran matahari yang memberi hidup. Manusia itu sendiri pun berkembang dan sehat karena cahaya matahari. Maka, jadilah kita seperti matahari yang memberi hidup. Syaratnya sederhana, jadilah kita semua sebagai manusia yang berdisiplin dan belajar keras untuk menyongsong hari cerahmu, bukan hanya besok, tapi juga dimulai hari ini.

 

Setelah apel pagi, dilanjutkan dengan bermusafahah (bersalam-salaman) antara guru dan peserta didik, guru dengan guru, dan peserta didik dengan peserta didik sehingga nampak barisan itu mengular di tengah lapang. Bukan hanya pada peserta didik, Kepala Sekolah juga memberikan pengarahan di hadapan dewan guru dan staf TU dalam acara brifing singkat yang berlangsung di ruang guru. Dalam arahannya, Kepala Sekolah mengajak guru dan TU untuk kembali ke tugas pokok dann fungsi (tupoksi) masing-masing.

 

”Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah di sekolah ini. Semua bapak ibu, termasuk saya sendiri, punya peran sendiri-sendiri yang harus dijalankan sehingga terjadi sinergi untuk mencapai cita-cita bersama. Tugas kita adalah mengantarkan generasi muda menjadi bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Itulah hakikat dari mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita mendapatkan tugas mulia mengajar dan mendidik generasi bangsa agar berguna bagi nusa, bangsa, dan agamanya, ” pungkas Rhida. (HEM/BK)