Kepala SMK Negeri 3 Kuningan, Saidun M.MPd
KUNINGAN,
(BK).-
Sebagaimana
anjuran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk mengenakan pakaian adat
Sunda, Kepala SMK Negeri 3 Kuningan, Saidun M.MPd, tetap konsisten dalam
berpakai adat sekali dalam seminggu tepatnya pada hari Kamis Nyunda.
Bagi
kepala sekolah yang satu ini, katanya, tidak hanya dalam berpakain mengenakan
adat Sunda. Termasuk pada hari itu selama berada dilingkungan sekolah seharusnya
disertai pula dengan pengggunaan Bahasa Sunda yang baik benar. Seluruh Keluarga
besar SMKN 1 Kuningan pada hari itu (Kamis Nyunda) selain mengenakan pakaian
adat Sunda, juga dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM)
pengantarnya menggunakan bahasa Sunda. Bagi yang belum lancar dalam penggunaan
bahasa daerah tersebut bisa bercampur dengan bahasa Indonesia.
“Baik
dalam pelaksanaan materi pelajara matematika, kesenian, olahraga maupun
matapelajaran lainnya diupayakan dapat menggunakan Bahasa Sunda. Kecuali dalam
KBM Bahasa Inggris, tidak mungkin harus diganti dengan Bahasa Sunda,” ungkap
Saidun, Kamis (16/4/2026).
Ditambahkan
dia, dalam penggunaan serta pelestarian seni budaya atau berbahasa Sunda yang
baik dan bener, kalau bukan oleh kita oleh siapa lagi. Orang Sunda harus lebih
“ngamumule” (menjunjung tinggi) budaya sendiri, jangan sampai generasi kita
dimasa mendatang tidak mengenali bahasa ibunya. Sebab dalam pelajaran Bahasa
Sunda banyak mengandung nilai-nilai kebaikan yang sangat berharga untuk diaktualisasikan
dalam berbagai aspek kehidupan. Bagiama caranya kita menghormati pada orang tua,
atau teman sebaya maupun pergaulan dengan orang dibawah usia.
“Saya
juga asal dari Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah, namun selalu mencintai
budaya dan Bahasa Sunda. Dalam sebuah peribahasa dikatakan, dimana kaki
berpijak, disana langit dijunjung. Meski saya asal dari Jawa Tengah, namun
selama ini hidup ditatar Sunda, maka sehaus kita untuk ikut melestarikan budaya Sunda itu
sendiri, baik cara berpakaian maupun dalam penggunaan bahasanya. Paling tidak
sesuai anjuran Dinas Pendidikan Provinsi Jabar melalui program Kamis Nyunda yang
dilakukanm oleh keluarga besar sekolah,” papar Saidun.
Namun
dilabalik ngamumule seni budaya Sunda, diakuinya, belum menguasi penuh dalam
penggunaan tata bahasa sunda terkait undak usuk basa. Sebab dalam penggunaan
Bahasa Sunda ada tingkatannya, yakni penggunaan
bahasa untuk diri sendiri, orang lain maupun bagi orang usianya diatas atau
dibawah kita. Termasuk penggunaan Bahasa Jawa juga ada istilah Bahasa Jawa Kromo
Inggil, Madia dan Kromo.
Itulah
kehebatan dalam berbahasa yang memiliki nilai-nilai luhur sebagaimana diajarkan
oleh karuhun (leluhur) kita sejak dulu hingga sekarang yang harus kita gunakan
dalam kehidupan sehari-hari, meski ditengah-tengah arus globalisasi maupun
modernisasi. Sebab bahasa itu menandakan ciri suatu bangsa, karenanya dalam penggunaan
bahasa daerah itu akan memperkaya hanasah budaya bangsa Indonesika. (HEM/BK)




