Post ADS 1
Post ADS 1
REDAKSI
Sabtu, 4/04/2026 05:49:00 AM WIB
HeadlinePeristiwa

Longsor Terjang Rumah Perangkat Desa di Ciwaru, Kerugian Capai Rp5 Juta


Material longsor menutup halaman rumah warga di Desa Lebakherang, Ciwaru, Jumat (3/4/2026). 



Lebakherang,(BK). – 

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Jumat (3/4/2026) sore, memicu terjadinya bencana tanah longsor yang menimpa rumah warga di Dusun Tumarintis RT 10/RW 03, Desa Lebakherang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.57 WIB, saat intensitas hujan cukup tinggi hingga pukul 16.30 WIB. Material longsor menimpa rumah milik Tatang Surahman (33), seorang perangkat Desa Lebakherang.

Babinsa Desa Lebakherang, Sertu Hendi, mengatakan hujan deras menjadi pemicu utama terjadinya longsor di kawasan tersebut. Ia menjelaskan, kondisi tanah yang labil membuat tebing di sekitar permukiman tidak mampu menahan debit air hujan.

“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tebing longsor dan menimpa rumah warga,” ujar Sertu Hendi.





Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, Koramil, dan Polsek setempat untuk penanganan awal serta memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi terdampak.

Sementara itu, korban, Tatang Surahman, mengaku kaget saat kejadian berlangsung. Ia mengatakan hujan turun cukup deras sebelum akhirnya material longsor menghantam bagian rumahnya.

“Saya kaget, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan tanah langsung menimpa bagian rumah,” ungkap Tatang.

Secara tidak langsung, Tatang juga menyampaikan bahwa dirinya bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski sebagian rumahnya mengalami kerusakan.

Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta. Hingga saat ini, penanganan masih bersifat sementara dan akan dilanjutkan dengan kerja bakti bersama warga.

“Rencananya besok warga akan bergotong royong membersihkan material longsor,” imbuh Sertu Hendi.

Warga setempat pun mengaku khawatir jika hujan deras kembali terjadi dan berharap adanya penanganan lanjutan agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga kini, belum ada laporan kebutuhan darurat yang mendesak. Namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama saat curah hujan tinggi masih berlangsung. (Apip/BK)