Post ADS 1
Post ADS 1
Senin, 4/06/2026 09:14:00 AM WIB
BirokrasiHeadline

Pemasangan Kabel Fiber Optik Dilakukan Secara Tertib Percantik Wajah Perkotaan Kuningan

 

Rapat perdana (kick-off meeting) bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Barat bersama Pemerintah Daerah melalui Diskominfo Kabupaten Kuningan bertempat di Domo Cafe, Kamis (2/4/2026).

 

KUNINGAN, (BK).-

Dimulainya pemasangan kabel fiber optik yang dilakukan secara tertib dan rapih dapat mempercantik wajah perkotaan Kuningan, karena yang semula kabel tersebut dipasang di udara seakan  berserakan kini tertanam dibawah tanah (duckting).

 

Langkah konkret pemindahan utilitas kabel fiber optik (FO) dari udara ke bawah tanah diinisiasi melalui rapat perdana (kick-off meeting) yang digelar oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan di Domo Cafe, Kamis (2/4/2026).

 

Agenda yang strategis ini menjadi tonggak kolaborasi antara pemerintah daerah, operator telekomunikasi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyamakan visi, menetapkan target, serta merancang skema kerja sebelum proyek fisik dieksekusi di lapangan.



 

Rapat perdana ini dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural strategis Kabupaten Kuningan. Di antaranya Kepala Bidang (Kabid) Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Asep Abdus Syakur, Kabid Infrastruktur TIK Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Heri Juheri, serta perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Intan, juga  hadir  memimpin jalannya diskusi. Termasuk  Ketua Korwil Apjatel Jawa Barat, Yudiana Arifin dan Handri Rochendi Wakil Koordinator Wilayah 2 Apjatel beserta para pimpinan operator telekomunikasi dan mitra pelaksana proyek.

 

Kabid PUTR, Asep Abdus Syakur, menegaskan bahwa relokasi jaringan kabel ke bawah tanah adalah program krusial yang sudah lama dinantikan demi menjamin keselamatan ruang publik. Dengan adanya kegiatan ini,  diharapkan proses penataan kabel dapat segera direalisasikan secara bertahap sesuai dengan ruas jalan yang telah ditetapkan. Dukungan dari seluruh operator sangat dibutuhkan agar program ini berjalan optimal. Di sisi lain, pembenahan infrastruktur juga harus sejalan dengan perluasan jangkauan digital.

Sementara, Kabid Infrastruktur TIK Diskominfo, Heri Juheri, menyoroti peran vital fiber optik sebagai tulang punggung konektivitas. Ia mencatat bahwa ketimpangan akses internet masih menjadi pekerjaan rumah, di mana sejumlah kecamatan belum terjangkau layanan fiber optik secara maksimal.

 

“Selain penataan untuk estetika kota, kami juga mendorong pemerataan jaringan internet hingga ke desa-desa yang belum terlayani. Ini penting untuk mendukung aktivitas masyarakat yang kini sangat bergantung pada konektivitas digital,” papar Heri.




Sementara, perwakilan DPMPTSP, Intan, mengingatkan prinsip kehati-hatian. Seluruh operator dan pelaksana proyek diminta untuk memastikan kepatuhan perizinan sebelum melakukan aktivitas fisik. Legalitas terkait penggunaan ruas jalan dan konstruksi ducting harus dipenuhi agar proyek berjalan aman dan tanpa hambatan hukum.

 

Menyambut arahan tersebut, Ketua Korwil Apjatel Jawa Barat, Yudiana Arifin, menegaskan komitmen penuh pihak asosiasi. Menurutnya, migrasi jaringan ke bawah tanah adalah sebuah keniscayaan industri. Selain meningkatkan kerapian dan keamanan, langkah ini bertujuan meminimalisir gangguan layanan serta meningkatkan keandalan jaringan. Dalam hal ini, perlunya kolaborasi antar pelaku industri agar proses penataan berjalan efektif, efisien, dan tidak membebani salah satu pihak melalui pendekatan bertahap—mulai dari perapihan hingga relokasi total.

 

Rapat ini turut diisi dengan pemaparan teknis komprehensif dari mitra pelaksana bersertifikasi Apjatel, yakni PT Intan, FBI, OLT, dan ATP. Pemaparan mencakup: Aspek teknis pelaksanaan penggalian, Desain jaringan dan spesifikasi infrastruktur ducting, Skema kerja sama operasional di lapangan. (HEM/BK)