Post ADS 1
Post ADS 1
REDAKSI
Selasa, 4/07/2026 09:15:00 PM WIB
HeadlinePeristiwa

Niat Salat Subuh Nyaris Berujung Maut, HR-V Ringsek Hantam Tugu di Cileuya


Mobil Honda HR-V ringsek parah usai menghantam tugu dan tiang listrik di depan Balai Desa Cileuya, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, Selasa (7/4/2026) pagi, diduga akibat pengemudi mengalami microsleep.



Cileuya,(BK). –

Niat hati ingin menepi untuk menunaikan salat Subuh, perjalanan seorang pengendara justru nyaris berakhir tragis. Sebuah mobil Honda HR-V bernomor polisi E 1681 ZL ringsek parah setelah menghantam tugu dan tiang listrik di depan Balai Desa Cileuya, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Peristiwa ini menegaskan kembali ancaman nyata microsleep bagi pengemudi, terutama saat menempuh perjalanan jauh tanpa istirahat cukup.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi saat kendaraan melaju dari arah Luragung menuju Cibingbin. Pengemudi berinisial N (47), warga Kecamatan Cibingbin, diduga kehilangan konsentrasi akibat kelelahan setelah perjalanan dari Cirebon.

Kapolsek Luragung, AKP Taufan Alamsyah, mengungkapkan bahwa pengemudi sebenarnya sudah berupaya menepi sebelum insiden terjadi. Namun, kondisi fisik yang tidak prima membuat kendaraan tak lagi terkendali.

“Pengemudi sudah berniat berhenti untuk melaksanakan salat Subuh, tetapi karena kelelahan dan mengantuk berat, akhirnya kehilangan kendali,” ujarnya.

Akibatnya, mobil langsung menghantam tugu dan tiang listrik di pinggir jalan hingga bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.

Meski kondisi kendaraan ringsek, keberuntungan masih berpihak. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Polisi memastikan pengemudi dan penumpang selamat tanpa memerlukan penanganan medis.

AKP Taufan menegaskan, insiden ini menjadi peringatan keras bagi pengendara, khususnya yang melakukan perjalanan jarak jauh agar tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh sudah lelah.

Ia mengimbau para pengendara untuk segera beristirahat jika mulai merasakan kantuk. Menurutnya, memaksakan berkendara dalam kondisi tidak fokus sangat berisiko dan bisa berakibat fatal.

“Kalau sudah lelah atau mengantuk, segera cari tempat aman untuk istirahat. Jangan dipaksakan karena risikonya sangat besar,” tegasnya.

Sementara itu, pascakejadian, petugas dari Polsek Luragung bersama Unit Laka Lantas Polres Kuningan langsung melakukan evakuasi kendaraan menggunakan mobil derek guna menghindari kemacetan.

Kerugian material akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai Rp30 juta.

Peristiwa ini menjadi alarm serius bahwa dalam hitungan detik, rasa kantuk bisa berubah menjadi ancaman nyata di jalan raya. Disiplin beristirahat bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi setiap pengemudi. (Apip/BK)