Post ADS 1
Post ADS 1
Rabu, 5/06/2026 09:01:00 PM WIB
Birokrasihaedline

300 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Serta Fasilitasi SPP-IRT Terbagi Tiga Gelombang Bertempat Di Wisma Permata

 



Bupati H Dian Rachmat Yanuar didampingi Kepala Dinas Kopdagperin Kabupaten Kuningan, H Toni Kusumanto beserta pelaku UMKM dalam pelatihan untuk memperoleh SPP-IRT bertempat di Wisma Permata, Selasa (5/5/2026).


KUNINGAN, (BK).-

Sebanyak 300 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Kuningan mengikuti pelatihan serta fasilitasi untuk memperoleh Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) bertempat di Wisma Permata, Selasa (5/5/2026).


Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan hadir menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dengan menggenjot legalitas dan kualitas produk UMKM sektor pangan. Peserta diikutsertakan untuk mengikuti kegiatan tersebut agar dalam usahanya memperoleh kelancaran. Dalam kesempatan tersebut, hadir Bupati  H Dian Rachmat Yanuar, Kepala Dinas Koperasi  UKM Perdagangan dan Perindustrian Kab. Kuningan, H Toni Kusumanto serta unsur Dinas Kesehatan.


Dalam sambutannya, bupati menegaskan,  bahwa UMKM merupakan urat nadi perekonomian daerah yang telah terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi, bahkan di tengah tekanan masa pandemi COVID-19. UMKM adalah kekuatan utama ekonomi Kuningan. Ribuan tenaga kerja terserap dari sektor ini, sehingga keberadaannya harus terus didorong agar naik kelas dan berdaya saing. Untuk itu, pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi utama dalam pengembangan UMKM.




“Kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi seperti SPP-IRT menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Legalitas itu ibarat jimat bagi pelaku usaha. Tanpa legalitas, usaha akan sulit berkembang. Dengan legalitas, produk kita memiliki nilai tambah dan kepercayaan di mata konsumen,” tegas H Dian.



Dijelaskannya, selain aspek legalitas, juga mengingatkan pentingnya standar keamanan pangan. Produk yang tidak memenuhi standar higienitas berpotensi merugikan konsumen sekaligus mengancam keberlangsungan usaha itu sendiri karenanya, ia  mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan pelatihan secara optimal dan tidak sekadar hadir tanpa memahami materi yang disampaikan.


“Jangan hanya datang, duduk, lalu pulang tanpa hasil. Manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas usaha. Kita ingin UMKM Kuningan benar-benar naik kelas,” pungkas bupati.



Berkaitan dengan kegiatan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, Toni Kusumanto, mengemukakan, bahwa kegiatan ini diikuti oleh 300 pelaku UMKM yang terbagi dalam tiga angkatan, masing-masing angkat sebanyak 100 peserta. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari untuk setiap angkatan, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan serta tenaga profesional di bidang pengembangan usaha dan manajemen industri.


“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman terkait standar keamanan pangan, sekaligus memfasilitasi pelaku usaha dalam memperoleh sertifikasi SPP-IRT agar produknya memiliki daya saing yang lebih tinggi. Melalui kegiatan ini, diharapkan, seluruh produk pangan UMKM dapat memenuhi standar keamanan, memperluas jangkauan pemasaran hingga ritel modern, serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak,” pungkas H Toni. (HEM/BK)