KUNINGAN,(BK). –
Upaya memperkuat karakter dan mental prajurit terus dilakukan jajaran TNI. Salah satunya melalui kegiatan ceramah Pembinaan Mental dan Sejarah (Bintaljarah) yang digelar di Gedung Serbaguna Mas’ud Wisnusaputra Kodim 0615/Kuningan, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 10.45 WIB itu diikuti sekitar 135 peserta, terdiri dari prajurit, PNS, serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVI Kodim 0615/Kuningan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0615/Kuningan Mayor Inf Rochmani Nurbiantoro, S.E mewakili Dandim, para Danramil, perwira staf, serta perwakilan anggota dan Persit. Sementara tim pemateri berasal dari Bintaljarahdam III/Siliwangi yang dipimpin Waka Bintaljarahdam III/Slw Letkol Inf Dudu Abdulrahman, S.Ag.
Dalam sambutan Dandim yang dibacakan Kasdim, disampaikan apresiasi atas kehadiran tim Bintaljarahdam. Ia menegaskan pentingnya pembinaan mental bagi prajurit dalam menghadapi tantangan zaman.
“Atas nama pribadi dan komando, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada narasumber yang telah berkenan hadir memberikan pembinaan mental dan sejarah perjuangan kepada seluruh anggota Kodim 0615/Kuningan,” ujar Rochmani saat membacakan sambutan.
Ia menambahkan, tema “Membangun Personel TNI yang Prima Menuju Indonesia Emas” dinilai sangat relevan dalam membentuk sumber daya manusia unggul.
Menurutnya, prajurit yang prima tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik, tetapi juga mental, moral, dan spiritual yang kuat.
“Inilah kekuatan sejati seorang prajurit yang harus terus dibangun dan dipelihara,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai sarana introspeksi diri.
“Jadikan momentum ini untuk memperkuat kepribadian, meningkatkan semangat juang, serta memperkokoh rasa cinta tanah air,” tambahnya.
Sementara itu, dalam materi ceramahnya, Letkol Inf Dudu Abdulrahman menjelaskan bahwa pembinaan mental mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kesadaran diri, pembinaan rohani, ideologi, hingga semangat juang.
Ia menjelaskan, kesadaran diri menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter prajurit. Selain itu, pembinaan rohani dinilai penting untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan yang berdampak pada integritas dan kinerja.
“Bintal ideologi bertujuan memperkuat komitmen terhadap Pancasila dan keutuhan NKRI, sedangkan Bintal juang membentuk pribadi yang tangguh, disiplin, serta cinta tanah air,” paparnya.
Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya pemahaman sejarah perjuangan bangsa sebagai sarana menanamkan nilai-nilai patriotisme dalam diri prajurit.
Kegiatan ini, lanjutnya, juga menjadi langkah preventif dalam mencegah pelanggaran disiplin serta menangkal pengaruh negatif seperti radikalisme dan praktik KKN di lingkungan satuan.Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, diharapkan seluruh prajurit, PNS, dan anggota Persit semakin memiliki karakter religius, nasionalis, militan, dan humanis, sekaligus mampu mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.(Apip/BK)








