Kepala SMA Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan, Rhida Jaya Bhuana SPd, MPd (kiri) dalam acara pelepasan siswa kelas XII berlangsung di lapangan olahraga sekolah setempat, belum lama ini
KUNINGAN,
(BK).-
Sebagai ungkapan rasa sukur atas kelulusan sebanyak 382 siswa kelas XII, keluarga besar SMA Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan menggelar acara pelepasan berlangsung di lapangan olahraga sekolah setempat, belum lama ini.
Angka
kelulusan tahun pelajaran 2025-2026 mencapai 100 persen itu sangat diharapkan
oleh para pihak, khususnya bagi peserta didik maupun orang tua maupun wali
murid. Meski acara pelepasan sekaligus perpisahan kelas XII yang dilakukan
secara sederhana, namun terasa hidmat,
penuh makna disertai kegembiraan. Suasana gembira mewarnai acara tersebut
manakala disajikan tampilan tari anak-anak kelas X, dan nyanyi solo yang
dibawakan oleh Rahma. Ia siswa yang meraih
juara 1 dalam lomba cipta lagu dalam FLS3N (Festifal Lomba Seni dan Sastra
Siswa Nasional) tingkat SMA/MA/SMK Kabupaten 2026.
Dalam
kesempatan tersebut, hadir Kepala SMA Negeri 1 Kadugede, Rhida Jaya Bhuana SPd,
MPd, para Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), sejumlah tenaga pengajar, unsur
Komite Sekolah dan perwakilan siswa kelas XII. Termasuk Camat Kadugede, unsur
Forkopimcam serta undangan lainnya.
Berkaitan
dengan hal itu, Kepala SMA Negeri 1 Kadugede Rhida Jaya Bhuana, mengatakan, secara
formal akademik, adik-adik sebanyak 382 orang, telah dinyatakan lulus, setelah
tiga tahun belajar di sekolah. Nilai-nilai
akademik secara resmi ditulis dalam buku laporan pendidikan. Secara formal
akademik pula adik-adik resmi dilepas
melalui kegiatan perpisahan walau dilakukan secara sederhana namun tidak
mengurangi esensi pelepasan dimaksud. Acara pelepasan bukan akhir dari
segalanya, melainkan akhir belajar secara formal di SMA Negeri 1 Kadugede.
Dengan lulusnya para siswa, berarti
telah menunaikan suatu kewajiban, yaitu wajib belajar 12 tahun bagi
semua warga usia sekolah.
“Bagi
yang mau melanjutkan pendidikan, silahkan untuk mendaftarkan diri ke Perguruan
Tinggi, sesuai pilihan dengan minat
masing-masing. Mungkin ada yang mau melanjutkan ke kedokteran, keguruan,
hukum, dan sebagainya. Bebas-bebas saja, sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan yang ada. Bagi yang tidak
melanjutkan sekolah bisa memilih untuk bekerja maupun kegiatan lain yang dapat
memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain,” ungkap Rhida.
Melalui
kesempatan yang baik ini, Rhida memberikan pesan moral pada seluruh siswa kelas
XII lulus sekolah, bagi yang mau melanjutkan maupun memilih untuk bekerja,
jadilah sebagai Maung. Apa itu Maung?
Maung itu singkatan dari Manusia Unggulan.
Maung (manusia unggulan) itu hatinya penuh iman, takwa, otaknya cerdas, tubuhnya sehat serta terampil. Jika hatinya penuh iman
dan takwa, otaknya cerdas, dan tubuhmu sehat dan terampil dalam bekerja, maka secara
otomatis akan menjadi sosok manusia unggulan. Sehingga akan berguna, bagi diri sendiri dan bagi orang lain
maka akan sejalan dengan konsep yang tertuang dalam nilai-nilai ibadah.
Ibadah
itu adalah suatu amal soleh yang apabila
dilaksanakan akan bermanfaat bagi diri sendiri, dan bermanfaat bagi orang lain. Tidak sebatas
shalat atau puasa, tapi semua pekerjaan yang dilakukan dan mendatangkan
manfaat, adalah ibadah. Petani yang mengayunkan cangkulnya di sawah, hingga
menghasilkan padi berkuintal-kuintal, maka petani tersebut telah melakukan praktik
ibadah. Karena petani tersebut, sudah
bisa menghasilkan suatu produk yang bermanfaat, baik bagi dirinya maupun orag
banyak.
“Begitupun
dengan kalian, maka dalam hidup ini harus banyak mendatangkan manfaat. Sebagiamana dijelaskan
dalam sebuah keterangan dikatakan, bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang dapat bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun
orang lain,” pungkas Rhida. (HEM/BK)




