Post ADS 1
Post ADS 1
Kamis, 5/14/2026 12:48:00 PM WIB
HeadlinePendidikan

SMAN 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Melepas Siswa Kelas XII Ditandai Dengan Tampilan Seni Hasil Kejuaraan FLS3N 2026

 



Kepala SMA Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan, Rhida Jaya Bhuana SPd, MPd (kiri) dalam acara pelepasan siswa kelas XII berlangsung di lapangan olahraga sekolah setempat, belum lama ini 


KUNINGAN, (BK).-

Sebagai ungkapan rasa sukur atas kelulusan sebanyak 382 siswa kelas XII, keluarga besar SMA Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan menggelar acara pelepasan  berlangsung di lapangan olahraga sekolah setempat, belum lama ini.

 

Angka kelulusan tahun pelajaran 2025-2026 mencapai 100 persen itu sangat diharapkan oleh para pihak, khususnya bagi peserta didik maupun orang tua maupun wali murid. Meski acara pelepasan sekaligus perpisahan kelas XII yang dilakukan secara sederhana, namun terasa  hidmat, penuh makna disertai kegembiraan. Suasana gembira mewarnai acara tersebut manakala disajikan tampilan tari anak-anak kelas X, dan nyanyi solo yang dibawakan oleh Rahma. Ia  siswa yang meraih juara 1 dalam lomba cipta lagu dalam FLS3N (Festifal Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional) tingkat SMA/MA/SMK Kabupaten 2026.


 



Dalam kesempatan tersebut, hadir Kepala SMA Negeri 1 Kadugede, Rhida Jaya Bhuana SPd, MPd, para Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), sejumlah tenaga pengajar, unsur Komite Sekolah dan perwakilan siswa kelas XII. Termasuk Camat Kadugede, unsur Forkopimcam serta undangan lainnya.

 

Berkaitan dengan hal itu, Kepala SMA Negeri 1 Kadugede Rhida Jaya Bhuana, mengatakan, secara formal akademik, adik-adik sebanyak 382 orang, telah dinyatakan lulus, setelah tiga tahun  belajar di sekolah. Nilai-nilai akademik secara resmi ditulis dalam buku laporan pendidikan. Secara formal akademik pula adik-adik  resmi dilepas melalui kegiatan perpisahan walau dilakukan secara sederhana namun tidak mengurangi esensi pelepasan dimaksud. Acara pelepasan bukan akhir dari segalanya, melainkan akhir belajar secara formal di SMA Negeri 1 Kadugede. Dengan lulusnya para siswa, berarti  telah menunaikan suatu kewajiban, yaitu wajib belajar 12 tahun bagi semua warga usia sekolah.

 

“Bagi yang mau melanjutkan pendidikan, silahkan untuk mendaftarkan diri ke Perguruan Tinggi, sesuai pilihan dengan minat  masing-masing. Mungkin ada yang mau melanjutkan ke kedokteran, keguruan, hukum, dan sebagainya. Bebas-bebas saja, sesuai dengan bakat, minat  dan kemampuan yang ada. Bagi yang tidak melanjutkan sekolah bisa memilih untuk bekerja maupun kegiatan lain yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain,” ungkap Rhida.



Melalui kesempatan yang baik ini, Rhida memberikan pesan moral pada seluruh siswa kelas XII lulus sekolah, bagi yang mau melanjutkan maupun memilih untuk bekerja, jadilah sebagai  Maung. Apa itu Maung? Maung itu singkatan dari Manusia Unggulan.  Maung (manusia unggulan) itu hatinya penuh iman,  takwa, otaknya cerdas, tubuhnya  sehat serta terampil. Jika hatinya penuh iman dan takwa, otaknya cerdas, dan tubuhmu sehat dan terampil dalam bekerja, maka secara  otomatis akan menjadi  sosok manusia unggulan. Sehingga akan  berguna, bagi diri sendiri dan bagi orang lain maka akan sejalan dengan konsep yang tertuang dalam nilai-nilai ibadah.



Ibadah itu adalah suatu amal soleh yang apabila  dilaksanakan akan bermanfaat bagi diri sendiri, dan  bermanfaat bagi orang lain. Tidak sebatas shalat atau puasa, tapi semua pekerjaan yang dilakukan dan mendatangkan manfaat, adalah ibadah. Petani yang mengayunkan cangkulnya di sawah, hingga menghasilkan padi berkuintal-kuintal, maka petani tersebut telah melakukan praktik ibadah. Karena petani tersebut,  sudah bisa menghasilkan suatu produk yang bermanfaat, baik bagi dirinya maupun orag banyak.

 

“Begitupun dengan kalian, maka dalam hidup ini harus banyak  mendatangkan manfaat. Sebagiamana dijelaskan dalam sebuah keterangan dikatakan, bahwa sebaik-baik manusia  adalah orang yang dapat  bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” pungkas Rhida. (HEM/BK)