KUNINGAN, (BK).-
Baru beberapa hari ditugaskan di tempat yang baru, PLt Kepala Dinas Pemuda Olahraga
Dan Pariwisata (Disaporapar) Kabupaten Kuningan membuat gebragan baru dengan cara menghidupkan malam Minggu lewat tampilan seni budata tradisi maupun
moderen, Sabtu (6/6/2026).
Tampak semarak suasana malam itu di
Sekretariat Bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Pokdarwis Kuningan di
kawasan Pertokoan Siliwangi tampak berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya
lokasi tersebut lebih sering diwarnai beragam hiburan musik, kali ini
masyarakat disuguhi beragam pertunjukan seni budaya tradisi dalam kegiatan
Helaran Seni dan Film.
Kegiatan yang melibatkan Disporapar
Kabupaten Kuningan, Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Komite
Ekraf Kuningan, dan Sanggar DNR ini menjadi ruang kolaborasi berbagai komunitas
seni, budaya, dan ekonomi kreatif untuk menampilkan karya terbaik mereka kepada
masyarakat.
Beragam pertunjukan hadir memeriahkan
acara, mulai dari wayang golek, seni angklung, tari tradisional, pemutaran film
karya sineas Kuningan, penampilan Komunitas Bahar Cangklong, pameran seni
lukis, hingga sajian gamelan dari Kasepuhan Kesultanan Cirebon. Kehadiran
berbagai bentuk ekspresi seni tersebut memberikan pengalaman budaya yang kaya
bagi para pengunjung.
Sejumlah komunitas dan pelaku kreatif
yang terlibat di antaranya Sanggar DNR, Dalang Anjas, Sanggar Tari Diwangkara,
Forum Film Kuningan, Yayasan Mega Citra Kreasi, Roemah Film Affandi, Bonti
Cinema, dan MKK Management. Kolaborasi lintas komunitas ini menunjukkan semakin
kuatnya ekosistem seni dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kuningan.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Dinas Porapar, Aries Susandi ST,
M.Si didampingi Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kretaif dan Industri Pariwisata,
Dading Fajarudin S.Si, M.A.P, mengemuakakan,
antusiasme masyarakat terlihat sepanjang acara berlangsung. Pengunjung
menikmati setiap penampilan yang disajikan, sementara karya-karya seni lukis
yang dipamerkan di area kegiatan turut menambah semarak suasana dan memperkuat
aktivitas ekonomi kreatif di ruang publik tersebut.
Salah satu penampilan yang paling
menarik perhatian adalah hadirnya tokoh Si Cepot yang dibawakan oleh Kang
Anjas, dalang kebanggaan Kabupaten Kuningan. Dengan gaya khasnya yang
komunikatif dan penuh humor, Si Cepot memandu jalannya acara sekaligus menghidupkan
suasana melalui sesi "ngawangkong" bersama Kepala Disporapar
Kabupaten Kuningan, Kabid Ekraf Disporapar serta Camat Kuningan.
“Alhadulillah, dalam acara dialog yang
dibalut canda, dan kearifan lokal Sunda itu menghadirkan suasana hangat dan
akrab antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat. Tidaklah hean jika gelak
tawa penonton sulit dibendung selama pertunjukkan berlangsung,” tutur Aries.
Tidak ketinggalan, alunan gamelan dan
kawih Sunda yang dibawakan oleh berbagai komunitas seni menghadirkan nuansa
budaya Sunda yang kental. Perpaduan seni pertunjukan, film, musik tradisional,
dan seni rupa menjadikan kegiatan ini sebagai bukti bahwa ruang publik dapat
menjadi pusat aktivitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif.
“Diharapkan, melalui kolaborasi antara
pemerintah, komunitas seni, pelaku ekonomi kreatif, dan lembaga pelestarian
budaya, Helaran Seni dan Film menjadi agenda berkelanjutan yang mampu
memperkuat identitas budaya Kuningan, sekaligus membuka ruang apresiasi yang
lebih luas bagi karya-karya kreatif daerah,” pungkas Aries. (HEM/BK)