REDAKSI
Senin, 6/08/2026 07:57:00 PM WIB
HeadlinePendidikan

Wabup Kuningan Buka OIM 2026, Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Inovatif dan Berdaya Saing


Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani memberikan sambutan saat membuka Olimpiade Intelektual Mahasiswa (OIM) Universitas Kuningan Tahun 2026 di Gedung Student Centre Iman Hidayat Universitas Kuningan, Senin (8/6/2026).





KUNINGAN, (BK) –

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, secara resmi membuka Olimpiade Intelektual Mahasiswa (OIM) Universitas Kuningan Tahun 2026 di Gedung Student Centre Iman Hidayat Universitas Kuningan, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kuningan tersebut menjadi wadah pengembangan intelektualitas, kreativitas, dan inovasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global.

Mengusung tema “Lux Mentis Vincit Tenebras” atau “Cahaya Pikiran Menaklukkan Kegelapan”, OIM 2026 menghadirkan berbagai cabang perlombaan, mulai dari penulisan esai, proposal bisnis, Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-MP), debat, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Best Supporter, hingga Video Gagasan Konstruktif (VGK).

Dalam sambutannya, Wabup Tuti mengapresiasi BEM Universitas Kuningan yang telah menyelenggarakan kegiatan akademik tersebut sebagai ruang pengembangan kapasitas mahasiswa.

“Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BEM Universitas Kuningan atas terselenggaranya Olimpiade Intelektual Mahasiswa. Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk mengasah kemampuan berpikir, memperkuat budaya ilmiah, serta menumbuhkan semangat inovasi dan kolaborasi,” ujarnya.




Menurut Tuti, tema yang diangkat pada OIM 2026 sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, mahasiswa dituntut mampu menjadikan ilmu pengetahuan, akal sehat, dan pemikiran kritis sebagai landasan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang mampu menjadi motor perubahan. Berbagai kemajuan bangsa, kata dia, lahir dari gagasan dan keberanian generasi muda dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat.

“Kabupaten Kuningan membutuhkan generasi muda yang cerdas, kreatif, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya,” tegasnya.

Melalui penyelenggaraan OIM 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap lahir generasi unggul yang mampu melanjutkan estafet pembangunan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun bangsa.

Di hadapan para peserta, Tuti juga berpesan agar kompetisi dijadikan sebagai sarana belajar dan mengembangkan diri. Ia menilai nilai utama sebuah kompetisi bukan semata-mata kemenangan, melainkan proses memperluas wawasan, melatih kemampuan analisis, membangun jejaring, dan membentuk karakter yang sportif.

“Jangan pernah berhenti belajar. Cahaya pengetahuan akan selalu menjadi kekuatan yang mampu mengalahkan kebodohan, ketertinggalan, dan berbagai tantangan zaman. Masa depan Indonesia dan Kabupaten Kuningan berada di tangan generasi muda yang memiliki semangat belajar dan keberanian untuk berinovasi,” tuturnya.

Sementara itu, pelaksanaan OIM 2026 diharapkan mampu memperkuat budaya akademik di lingkungan Universitas Kuningan sekaligus melahirkan ide-ide kreatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (Apip/BK)