Rabu, 7/29/2026 08:50:00 AM WIB
HeadlinePendidikan

MPLS SMAN 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Bernuansa Gapura Pancawaluya Berlangsung Khidmat, Aman Dan Tertib

 

Kepala SMA Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan, Rhida Jaya Bhuana SPd, MPd, dalam kegiatan pembukaan MPLS tahun pelajaran 2026-2027 berlangsung di halaman sekolah setempat, belum lama ini



KUNINGAN, (BK).-

Memasuki tahun pelajaran 2026-2027 sebanyak 490 murid SMA Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan usai menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bernuasa Gapura Pancawaluya  berlangsung khidmat, aman dan tertib sesai harapan.

 

Acara penutupan MPLS bertempat di halaman sekolah setempat, belum lama ini, berkenan dihadiri Camat Kadugede, Kepala Desa Kadugede, Kapolsek Danramil Kecamatan Kadugede, dan Pengawas Pembina SMAN 1 Kadugede.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMA Negeri 1 Kadugede, Rhida Jaya Bhuana, S.Pd., M.Pd. mengemukakan,  agar para murid setelah mengikuti kegiatan MPLS ini, menjadi peserta didik yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. Itulah yang kita sebut dengan istilah Gapura Pancawaluya, kini menjadi tema MPLS khas Jawa Barat. Apa itu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer itu? Baiklah, saya jelaskan secara ringkas ya. Kata cageur, bageur, bener, pinter, dan singer itu asli kosakata Bahasa Sunda. Pertama, cageur artinya sehat.


 


Dalam gapura pancawaluya, cageur merujuk pada kesehatan jasmani dan rohani yang harus kuat sebagai fondasi dasar dalam beraktivitas dan belajar. Kalian harus cageur, harus sehat. Ingat, tidak ada pekerjaan yang bisa diselesaikan oleh orang sakit. Hanya orang sehatlah yang dapat beraktivitas melalukan pekerjaan. Kedua, bageur, artinya baik. Karakter ini merujuk pada akhlak mulia, sopan santun, berbudi pekerti luhur, dan memiliki rasa empati serta kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Jadi, sehat saja tidak cukup. Kalian harus bageur pula.

 

Ketiga, bener, yang artina benar atau jujur. Karakter ini merujuk pada orang yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab dalam setiap tindakannya. Jadi, apa yang kita lakukan itu harus benar. Benar menurut siapa? Benar menurut agama, benar menuru aturan, hukum, dan atau adat istiadat yang berlaku di lingkungan masyarakat. Keempat, pinter, yang artirnya pintar atau pandai. Karakter ini merujuk pada orang yang memiliki kecerdasan, berpengetahuan luas, dan kompeten sesuai dengan bidang atau profesi yang dimiliki. 

 

Kelima, singer, yang artinya terampil. Karakter ini merujuk pada pribadi yang gesit, terampil, kratif, inovatif, dan adaftif dalam menghadapi perubahan serta tantangan hidup. Ingat, kehidupan itu terus-menerus berubah. Kita harus singer dalam menghadapinya. Itulah lima karakter yang harus menyatu dalam diri kalian, dan mewujud dalam tingkah laku sehari-hari. Bukan untuk dihapal, tapi untuk dilaksanakan. Dalam istilah Sunda, karakter-karakter tersebut disebut waluya. Oleh sebab itu kita menyebutnya Pancawaluya.




Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah Rhida, melepas atribut MPLS pada dua perwakilan siswa baru, sebagai tanda berakhirnya kegiatan MPLS Gapura Pancawaluya di SMA Negeri 1 Kadugede tahun 2026. Usai pelepasan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat pada siswa-siswi terbaik dari masing-masing kelas. Tahun ini ada 11 Kelas, mulai dari Kelas X-A s.d. X-K. Masing-masing kelas terpilih satu orang siswa laki-laki dan satu orang perempuan, sehingga total sebanyak 22 orang, yang terdiri atas 11 putra dan 11 putri. Kepala Sekolah berkenan menyerahkan sertifikat dan apresiasi yang tinggi kepada mereka.

 

Terpilih juga siswa terbaik dari seluruhnya diantaranya Fakhri Alghifari sebagai peserta MPLS terbaik untuk tahun 2026 ini. Camat Kecamatan Kadugede diminta kesediaannya untuk menyerahkan kepada siswa terbaik tersebut. Tahun pelajaran 2026/2027 ini kuota murid baru yang diterima SMA Negeri 1 Kadugede mengalami lonjakan. Tahun sebelumnya kuota rombongan belajar sebanyak 11 kelas, masing-masing kelas sebanyak 42 orang.

 

“Alhamdulillah, untuk tahun ini, tetap 11 kelas, dengan kuota per kelas sebanyak 46 orang, dengan total keseluruhan sebanyak 490 orang siswa. ”Penambahan ini sebagai Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, yakni sebagai apresiasi terhadap masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Juga disesuaikan dengan peminat ke SMA Negeri 1 Kadugede yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Alhamdulillah, hal ini sebagai hasil perjuangan keluarga besar SMA Negeri 1 Kadugede dalam mempertahankan dan meningkatkan prestasi dan prestise sekolah ini,” pungkas  Rhida. (HEM/BK)