REDAKSI
Rabu, 7/29/2026 02:42:00 PM WIB
HeadlineRegional

UBHI Tegaskan Tak Terlibat dalam Harmoni Fest 2026, Minta Publik Tidak Kaitkan Polemik dengan Nama Kampus

Muhammad Agung Diponegoro, S.I.Kom., M.I.Kom. (kiri), didampingi Ahmad Ropii, S.KM., M.KM. (kanan), saat memberikan klarifikasi kepada Media Online Bokor Kuningan, Rabu (29/7/2026). (Dok. Bokor Kuningan)




KUNINGAN (BK) –

Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan penyelenggaraan Harmoni Fest 2026 yang belakangan menjadi sorotan publik setelah diduga batal digelar dan memunculkan berbagai polemik.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UBHI, Muhammad Agung Diponegoro, S.I.Kom., M.I.Kom., saat ditemui Media Online Bokor Kuningan, Rabu (29/7/2026).

Dalam kesempatan itu, ia didampingi Sekretaris Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat UBHI, Ahmad Ropii, S.KM., M.KM., untuk memberikan klarifikasi atas informasi yang beredar dan mengaitkan nama kampus dengan penyelenggaraan acara tersebut.

Agung menjelaskan, secara kelembagaan UBHI tidak mengetahui adanya penyelenggaraan Harmoni Fest 2026 dan tidak pernah terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaannya. Menurutnya, meskipun terdapat individu yang berasal dari lingkungan kampus, hal itu tidak berarti kegiatan tersebut merupakan bagian dari institusi.

"Atas nama Universitas Bhakti Husada Indonesia, kami tegaskan bahwa secara institusi tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam event tersebut. Memang ada individu yang merupakan bagian dari UBHI, tetapi kegiatan itu tidak ada kaitannya dengan institusi. Penyelenggaraan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak eksternal," ujar Agung.

Ia menegaskan, segala proses penyelenggaraan merupakan kewenangan event organizer sehingga persoalan yang muncul tidak dapat dikaitkan dengan nama baik UBHI.

Sementara itu, Ahmad Ropii membenarkan bahwa mahasiswa berinisial Q, yang diketahui menjadi ketua pelaksana Harmoni Fest 2026, merupakan mahasiswa aktif UBHI. Namun, keterlibatan yang bersangkutan bersifat pribadi dan tidak mewakili kampus.


"Benar, saudara Q merupakan mahasiswa kami. Namun, keterlibatannya dalam kegiatan tersebut dilakukan atas nama pribadi, bukan mewakili universitas. Sejak awal kampus tidak pernah ikut merencanakan maupun menyelenggarakan kegiatan itu," jelas Ahmad.

Ia berharap masyarakat dan pengguna media sosial tidak mengaitkan persoalan yang terjadi dengan UBHI hanya karena salah satu panitia merupakan mahasiswa kampus tersebut.

"Kami berharap masyarakat, khususnya para netizen, tidak menghubungkan persoalan ini dengan Universitas Bhakti Husada Indonesia. Kegiatan tersebut sepenuhnya diselenggarakan oleh pihak luar dan tidak berkaitan dengan institusi," katanya.

Agung menambahkan, hingga kini pihak kampus juga tidak mengetahui secara rinci persoalan internal yang terjadi di tubuh penyelenggara. Informasi yang diterima UBHI hanya sebatas yang beredar di ruang publik.

Menurutnya, peristiwa tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang akan menyelenggarakan sebuah kegiatan agar seluruh proses dirancang secara matang, mulai dari perencanaan, pengelolaan hingga pelaksanaan.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

"Semoga ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Setiap penyelenggaraan event harus dipersiapkan secara matang dan profesional. Kami juga berharap masyarakat tidak langsung menyimpulkan informasi yang beredar tanpa memahami persoalan yang sebenarnya. Sekali lagi kami tegaskan, UBHI tidak memiliki kaitan apa pun dengan Harmoni Fest 2026," pungkasnya. (Apip/BK)