KUNINGAN, (BK).-
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional
(BAZNAS) RI melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung Sentra Batik Ciprat
kelompok disabilitas mental di Rumah Antara Graha Berdaya Desa Tambakbaya
Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan, Minggu (5/7/2026).
Kunjungan kerja tersebut merupakan
bentuk monitoring dan evaluasi terhadap penyaluran bantuan modal usaha senilai
Rp 50 juta yang sebelumnya telah dialokasikan BAZNAS RI untuk pengembangan
usaha Batik Ciprat oleh kelompok orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dibawah
binaan Yayasan Graha Berdaya.
Dalam kesempatan tersebut hadir, Pimpinan
BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, M.A. dan Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si.
Kehadiran mereka didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid,
S.Ag., M.Si., beserta para Wakil Ketua. Yakni; H. Syarifudin, Lc., M.Pd. (Wakil Ketua I), Asep
Z Fauzi, M.Pd. (Wakil Ketua II), Adang Romadona, S.Pd.I., M.H.Kes. (Wakil Ketua
III), Pak Abdul Jalil Hermawan, M.Ikom. (Wakil Ketua IV). Selain itu, Camat Garawangi, Maryanto, dan Sekdis Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Ence.
Pimpinan BAZNAS RI, Ibu Hj. Saidah
Sakwan, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pengelola Yayasan Graha
Berdaya yang konsisten mendampingi kelompok disabilitas mental agar tetap
mandiri dan memiliki harapan masa depan. Dia menegaskan komitmen BAZNAS untuk
terus mengawal program pemberdayaan tersebut.
"Kami mengapresiasi atas dedikasi
Yayasan Graha Berdaya. Ke depan, Insya Allah, akan ada program lanjutan dari BAZNAS yang diintegrasikan untuk
mendukung penguatan Kelompok Disabilitas agar tetap keberlanjutan dalam membangun ekonomi
mereka sehingga akan tetap terjaga," ujar Hj Saidah.
Apresiasi dan rasa terima kasih, datang dari Kepala Desa Tambakbaya, Lukman Mulyadi, yang
juga sebagai Ketua Yayasan Graha Berdaya,
bahwa perhatian dari BAZNAS RI maupun
BAZNAS Kabupaten Kuningan memberikan
dampak psikologis dan ekonomi cukup besar bagi para warga binaan.
"Alhamdulillah, selama ini Yayasan Graha
Berdaya bertahan lewat semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak
yang cukup berdampak terhadap penanganan disibalitas mental pada Rumah Antara
Graha Berdaya. Kami ucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Kuningan
yang telah memberikan dukungan serta kepedulian nyata melalui bantuan modal
usaha. Hal ini membuktikan bahwa kelompok disabilitaspun mampu berdaya jika
diberikan kesempatan," tutur Lukman.
Sebagai informasi, produk utama yang
menjadi fokus pemberdayaan adalah Batik Ciprat. Kain batik khas ini diproduksi
langsung oleh para penyandang disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa
(ODGJ) yang sedang menjalani masa pemulihan dan pelatihan kemandirian di Yayasan
Graha Berdaya.
Menurur keterangan, Yayasan Graha
Berdaya Desa Tambakbaya Kuningan ini merupakan lembaga sosial yang didirikan sejak
tahun 2016. Berangkat dari keterbatasan fasilitas dan pendanaan, yayasan tersebut
tetap konsisten memberikan perawatan, pendampingan, serta ruang bagi para ODGJ
untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan mengedepankan pendekatan
kemanusiaan yang inklusif demi memulihkan dengan harapan untuk menjadi orang
bermartabat. (HEM/BK)