Senin, 7/06/2026 09:12:00 AM WIB
BirokrasiHeadline

Pimpinan BAZNAS RI Kunjungan Kerja Tinjau Sentra Batik Ciprat Kelompok Disabilitas Mental Di Rumah Antara Graha Berdaya Desa Tambakbaya

 


Pimpinan Baznas Pusat Republik Indonesia, Hj Saidah Sakwan MA, berkunjung ku Sentra Batik Ciprat Rumah Antara Graha Berdaya Desa Tambakbaya Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan, Minggu (50/7/2026)  



KUNINGAN, (BK).-

Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung Sentra Batik Ciprat kelompok disabilitas mental di Rumah Antara Graha Berdaya Desa Tambakbaya Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan, Minggu (5/7/2026).

 

Kunjungan kerja tersebut merupakan bentuk monitoring dan evaluasi terhadap penyaluran bantuan modal usaha senilai Rp 50 juta yang sebelumnya telah dialokasikan BAZNAS RI untuk pengembangan usaha Batik Ciprat oleh kelompok orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dibawah binaan Yayasan Graha Berdaya.


 



Dalam kesempatan tersebut hadir, Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, M.A. dan Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si. Kehadiran mereka didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, S.Ag., M.Si., beserta para Wakil Ketua. Yakni;  H. Syarifudin, Lc., M.Pd. (Wakil Ketua I), Asep Z Fauzi, M.Pd. (Wakil Ketua II), Adang Romadona, S.Pd.I., M.H.Kes. (Wakil Ketua III), Pak Abdul Jalil Hermawan, M.Ikom. (Wakil Ketua IV). Selain itu, Camat Garawangi, Maryanto, dan Sekdis Dinas Sosial Kabupaten  Kuningan, Ence.

 

Pimpinan BAZNAS RI, Ibu Hj. Saidah Sakwan, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pengelola Yayasan Graha Berdaya yang konsisten mendampingi kelompok disabilitas mental agar tetap mandiri dan memiliki harapan masa depan. Dia menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus mengawal program pemberdayaan tersebut.

 

"Kami mengapresiasi atas dedikasi Yayasan Graha Berdaya. Ke depan, Insya Allah, akan ada program lanjutan  dari BAZNAS yang diintegrasikan untuk mendukung penguatan Kelompok Disabilitas  agar tetap keberlanjutan dalam membangun ekonomi mereka sehingga akan tetap terjaga," ujar Hj Saidah.

 

Apresiasi dan rasa terima kasih,  datang dari  Kepala Desa Tambakbaya, Lukman Mulyadi, yang juga sebagai Ketua Yayasan  Graha Berdaya,  bahwa perhatian dari BAZNAS RI maupun BAZNAS Kabupaten Kuningan  memberikan dampak psikologis dan ekonomi cukup  besar bagi para warga binaan.

 

"Alhamdulillah, selama ini Yayasan Graha Berdaya bertahan lewat semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak yang cukup berdampak terhadap penanganan disibalitas mental pada Rumah Antara Graha Berdaya. Kami ucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Kuningan yang telah memberikan dukungan serta kepedulian nyata melalui bantuan modal usaha. Hal ini membuktikan bahwa kelompok disabilitaspun mampu berdaya jika diberikan kesempatan," tutur Lukman.



Sebagai informasi, produk utama yang menjadi fokus pemberdayaan adalah Batik Ciprat. Kain batik khas ini diproduksi langsung oleh para penyandang disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sedang menjalani masa pemulihan dan pelatihan kemandirian di Yayasan Graha Berdaya.

 

Menurur keterangan, Yayasan Graha Berdaya Desa Tambakbaya Kuningan ini  merupakan lembaga sosial yang didirikan sejak tahun 2016. Berangkat dari keterbatasan fasilitas dan pendanaan, yayasan tersebut tetap konsisten memberikan perawatan, pendampingan, serta ruang bagi para ODGJ untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan yang inklusif demi memulihkan dengan harapan untuk menjadi orang bermartabat. (HEM/BK)