KUNINGAN, (BK).-
Setelah dikukuhkan berlangsung di Gedung
C Lantai 3 Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan, beberapa waktu lalu, Ketua Persatuan
Soft Tenis Indonesia (PESTI) Kabupaten Kuningan, Dadan Kusdiana, menyatakan
siap menggali potensi melalui jalur satuan pendidikan.
Selain itu, akan membangun sinergi
dengan berbagai pihak, mulai dari KONI, Dinas Pemuda dan Olahraga,
sekolah-sekolah, perguruan tinggi, komunitas olahraga, dunia usaha, hingga para
pemangku kepentingan lainnya. Temasuk dengan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
Kabupaten Kuningan.
Pihaknya akan bekerja sama dengan satuan
pendidikan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan melalui guru
olahraga yang ada di masing-masing sekolah. Sebab Kuningan dinilai memiliki
potensi upaya pengengambangan olahraga tersebut berawal dari para siswa yang
memiliki bakal dan minat olahraga dimaksud. Apalagi PESTI Kuningan setelah
dikukuhkan danjurkan untuk mengikuti Porprov mendatang sehingga memerlukan persiapan
secara matang.
“Disamping harus menggali potensi yang
ada, juga kami melakukan latihan bertempat di lapangan Universitas Muhammadiyah
Kuningan dua kali dalam seminggu. Mudah-mudahan kontingen PESTI adal Kabupaten
Kuningan mampu menunjukan prestasi pada Proprov mendatang, harap Ketua PESTI
Kab. Kuningan, Dadan Kusdiana, Kamis (21/8/2026).
Sementaram Wakil Bupati Kuningan Tuti
Andriani, SH., M.Kn., mendorong Persatuan Soft Tenis Indonesia (PESTI)
Kabupaten Kuningan untuk membangun pembinaan olahraga secara serius dan
berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan PESTI bukan sekadar wadah organisasi,
tetapi menjadi bagian penting dalam mencetak generasi muda yang sehat,
disiplin, sportif, tangguh, sekaligus berprestasi.
Pesan tersebut disampaikan Amih Tuti
sapaan akrab Wakil Bupati Kuningan saat menghadiri acara Pelantikan dan
Pengukuhan Pengurus Persatuan Soft Tenis Indonesia (PESTI) Kabupaten Kuningan,
Sabtu (15/8/2026), bertempat di Gedung C Lantai 3 Universitas Muhammadiyah (UM)
Kuningan.
“Kami ucapkan selamat dan sukses kepada
seluruh jajaran pengurus PESTI Kabupaten Kuningan yang telah menerima amanah
untuk mengembangkan olahraga soft tenis di Kabupaten Kuningan. Bagi saya, pelantikan hari ini bukan sekadar
pengukuhan kepengurusan. Ini adalah awal dari sebuah tanggung jawab dan
komitmen bersama untuk menjadikan soft tenis sebagai salah satu cabang olahraga
yang semakin berkembang, berprestasi, dan memiliki tempat di hati masyarakat
Kuningan,” ungkapnya.
Diakuinya, bahwa soft tenis mungkin
belum sepopuler sejumlah cabang olahraga lainnya. Namun, kondisi tersebut
justru dinilainya sebagai peluang bagi PESTI untuk memperkenalkan sekaligus
mengembangkan ekosistem soft tenis di Kabupaten Kuningan. Namun demikian
diperlukan pembinaan yang dilakukan sejak usia dini. PESTI diharapkan mampu
menemukan bibit-bibit atlet potensial, meningkatkan kualitas pelatih dan wasit,
serta memperbanyak kompetisi secara berjenjang dan berkelanjutan.
“Sebab prestasi ini tidak lahir secara
tiba-tiba namun akan lahir melalui latihan yang panjang, disiplin dan penuh
kesungguhan. Disamping kompetisi yang sehat, serta pembinaan yang konsisten dan
berkelanjutan. Namun kita harus optimistis, apabila PESTI dikelola secara
serius dan penuh kebersamaan, bukan tidak mungkin dari lapangan-lapangan soft
tenis di Kabupaten Kuningan akan lahir atlet-atlet potensial yang kelak mampu
membawa nama Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bahkan Indonesia ke tingkat yang
lebih tinggi,” ujarnya. (HEM/BK)