Pemerintah Kabupaten Kuningan dibawah kepemimpinan Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi dan Wakil Bupati Tuti Andriani SH, MKn banyak meraih prestasi Tingkat Nasional maupun Provinsi Jawa Barat.
KUNINGAN, (BK).-
Dalam rangka meringatan Hari Jadi ke-528
Kuningan yang bertepatan dengan tanggal 1 September 2026, kini mengusung tema “Melesat
Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi” memperkuat komitmen untuk menghadapi tantangan
dimasa mendatang.
Ungkapan kata “Melesat Ngudag Jaman”
dimaknai sebagai dorongan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi, terbuka
terhadap modernisasi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan daya saing
daerah. Sementara “Ngakar Kuat Purwadaksi” menjadi penegasan bahwa setiap
kemajuan harus tetap berpijak pada akar sejarah, identitas, dan nilai-nilai
budaya Kuningan. Dalam melaksanakan program pembangunan harus mampu bergerak
cepat mengikuti perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri, sejarah,
kearifan lokal, nilai-nilai agama, serta tradisi Sunda-Kuningan.
Karenanya, sejumlah capaian pembangunan
di bawah kepemimpinan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. bersama
Wakil Bupati Tuti Andriani, S.H., M.Kn., sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026
terus didorong melalui implementasi 10 program unggulan dan visi Kuningan
Melesat, yang mencakup Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh.
Capaian tersebut antara lain terlihat
dari pertumbuhan ekonomi daerah. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten
Kuningan mencapai 6,98 persen pada 2025, meningkat dari 3,56 persen pada 2021
dan 5,61 persen pada 2024. Bahkan, pada Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi
tercatat mencapai 7,01 persen dibandingkan Triwulan IV 2025.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
per kapita juga meningkat menjadi Rp33,94 juta pada 2025, yang mencerminkan
adanya perbaikan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Termasuk disektor
infrastruktur, tingkat kemantapan jalan daerah mencapai 78,23 persen pada 2025.
Sementara melalui program Jawara Tani, pemerintah menyelesaikan pemeliharaan
dan pembangunan 235 unit irigasi, serta menyalurkan 30.000 ton subsidi pupuk
untuk mendukung ketahanan pangan.
Sementara, dibidang pendidikan, Pemkab
Kuningan membangun 18 ruang, kelas baru,
merehabilitasi 307 ruang kelas, membangun 34 perpustakaan, 12 laboratorium, dan
74 fasilitas sanitasi sekolah. Selain itu, bidang kesehatan, prevalensi
stunting terus ditekan menuju target di bawah 10 persen, seiring dengan
peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar di puskesmas.
Pada sektor keagamaan, melalui program
Ngaji Diri, pemerintah memberikan insentif kepada 1.000 guru ngaji, menyediakan
beasiswa bagi 1.250 santri, serta mendukung penyediaan air bersih dan sanitasi
bagi pesantren dan rumah ibadah. Dalam bidang keterbukaan informasi publik,
Pemerintah Kabupaten Kuningan sebagai badan publik meraih predikat Kabupaten
Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat. Penghargaan tersebut
menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjalankan amanah Undang-Undang
tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Upaya pengentasan pengangguran dan
kemiskinan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan. Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT) pada 2025 berhasil ditekan menjadi 7,59 persen. Melalui program
Gema Sadulur, Pemkab Kuningan memfasilitasi bursa kerja dengan menyediakan
13.358 lowongan, dengan realisasi penempatan sebanyak 3.280 tenaga kerja.
“Alhamdulillah, dalam sektor perumahan,
sebanyak 1.388 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) telah direhabilitasi.
Selain itu, sebanyak 2.444 unit rumah bersubsidi telah dibangun oleh pengembang
sebagai bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah. Pemberdayaan
ekonomi masyarakat juga terus diperkuat. Sebanyak 42.937 UMKM telah mendapatkan
dukungan pemberdayaan. Sementara itu, sektor pariwisata mencatat total
kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai lebih dari 3 juta orang,” ujar Bupati H
Dian Rachmat Yanuar, Selasa (1/9/2026).
Ditambahkannya, Kuningan mencatat kemajuan dalam pelestarian budaya.
Dua karya budaya asal Kuningan, yakni Kesenian Dogig dan Upacara Adat Pesta
Dadung, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Provinsi Jawa
Barat. Dalam tata kelola pemerintahan, Kabupaten Kuningan kembali memperoleh
opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Kuningan juga memperoleh Indeks
Reformasi Hukum 88,4 kategori A (Sangat Baik), meningkat 7,2 poin dibandingkan
tahun sebelumnya. Selain itu, Ombudsman RI memberikan predikat “Kualitas
Tinggi” dengan nilai 78,38.
Capaian lainnya adalah penghargaan
nasional sebagai Terbaik II Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali
kategori Implementasi Program Tiga Juta Rumah dari Kementerian Dalam Negeri
(Kemendagri) RI. Prestasi tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong
masyarakat, tokoh masyarakat, serta para pengusaha dalam membantu penyelesaian
rumah tidak layak huni. Atas capaian tersebut, Kabupaten Kuningan mendapatkan
dukungan bantuan sebanyak 250 unit bedah rumah.
Meski berbagai indikator menunjukkan
kemajuan, Bupati Dian menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat
pemerintah maupun masyarakat berpuas diri. Namun masih terdapat masyarakat yang
membutuhkan perhatian, sejumlah wilayah yang memerlukan peningkatan
infrastruktur, serta generasi muda yang membutuhkan ruang inovasi dan
kreativitas baru.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya
diukur dari megahnya bangunan fisik, melainkan dari seberapa dalam rasa
keadilan, ketenteraman, dan keberkahan terasa di rumah-rumah warga kita. Karena
itu, momentum Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan juga diarahkan untuk memperkuat
sinergi antara eksekutif, legislatif, yudikatif, ulama, akademisi, pelaku
usaha, dan seluruh masyarakat.
Untuk itu, bupati mengajak seluruh
elemen masyarakat untuk bersama-sama peduli dan berkontribusi dalam membangun
Kuningan. Menurutnya, Kuningan merupakan rumah besar bersama yang harus dijaga
dan dibangun dengan semangat gotong royong. Hanya dengan gotong royong dan
kesatuan langkah, kita mampu menyongsong masa depan yang melesat tanpa pernah
kehilangan akar kebudayaan kita.
Bupati juga menyampaikan apresiasi
kepada seluruh warga Kuningan atas dukungannya dalam membangun daerah.
Penghargaan diberikan juga kepada
putra-putri berprestasi yang telah mengharumkan nama Kuningan di tingkat
nasional dan internasional, desa-desa berprestasi, serta seluruh masyarakat
pinujul, petani, guru, pedagang, buruh, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada para tokoh Kuningan yang selama ini turut
berkontribusi membantu pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah.
Tak kalah penting, Bupati menyampaikan
penghargaan dan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Kuningan
atas sinergi dan dukungannya dalam menjaga kondusivitas serta mendorong
pembangunan daerah. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh panitia
Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan, yang diketuai U. Kusmana, S.Sos., M.Si.,
yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, beserta
seluruh unsur yang mendukung terlaksananya rangkaian kegiatan. Diharapkan
seluruh rangkaian Hari Jadi dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang
dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Hari Jadi ke-528 menjadi pengingat
bahwa kemajuan bukan sekadar tentang seberapa cepat Kuningan bergerak, tetapi
juga tentang seberapa kuat daerah ini menjaga akar sejarah, budaya, nilai
agama, dan kebersamaan masyarakat,” pungkasnya. (HEM/BK).