Kamis, 10/22/2026 09:35:00 AM WIB
BirokrasiHeadline

Bupati Kuningan Ubah Kunci Bersama dari Forum Rapat Jadi Mesin Investasi B to B

 


Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi menyampaikan harapan pada 11 kabupate/kota yang terganbung dalam anggota Kucni Bersama, berlangsung di Pendopo Kuningan, Rabu (21/10/2026)  

 

KUNINGAN, (BK).-

Salah satu upaya membangunan paradigma baru, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar Msi, mengubah program kerja daerah perbatasan kabupaten/kota Provinsi Jabar-Jateng yang tergabung dalam Kunci Bersama dari forum rapat menjadi investasi B to B.

 

Kerja sama antar daerah tidak cukup berhenti di meja rapat, melainkan harus ada investasi masuk, pasar terbuka, dan manfaat ekonomi yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Prinsip inilah yang didorong Ketua Kunci Bersama yang juga Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dalam membawa Forum Kunci Bersama ke arah baru melalui Kunci Bersama Investment Forum (KBIF).

 

Langkah tersebut ditandai dengan pengukuhan kepengurusan Kunci Bersama berlangsung di Pendopo, Rabu (21-10-2026). Forum yang melibatkan 11 kabupaten/kota di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah itu kini didorong tidak hanya menjadi ruang koordinasi pemerintah, tetapi juga jembatan antara potensi daerah, pelaku usaha, dan investor. Bagi Bupati Dian, tantangan pembangunan daerah tidak bisa diselesaikan dengan bekerja sendiri-sendiri. Potensi pertanian, perdagangan, industri, hingga pariwisata di setiap daerah perlu dihubungkan agar membentuk kekuatan ekonomi kawasan.


 


“Rakyat di wilayah perbatasan membutuhkan lebih dari sekadar rapat. Mereka membutuhkan pasar untuk hasil panennya dan investor yang bisa membuka lapangan kerja. Karena itu, kerja sama ini harus bergerak dari Government to Government menjadi Business to Business,” ungkap  Bupati H Dian.

 

Dijelaskannya, perubahan pendekatan tersebut menjadi inti pembaruan Kunci Bersama. Jika sebelumnya kerja sama lebih banyak berlangsung melalui koordinasi antarpemerintah, kini orientasinya diperluas pada kemitraan bisnis dan realisasi peluang ekonomi. Langkah awal transformasi itu ditandai dengan dua nota kesepahaman. Pertama, kemitraan antara para pemilik usaha, petani, dan pelaku usaha Kunci Bersama dengan Direktur Utama Pasar Induk Caringin Bandung.

 

Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas akses pemasaran hasil pertanian dari daerah anggota, termasuk sayuran, beras, dan komoditas hortikultura. Pasar Induk Caringin dipandang strategis karena menjadi salah satu simpul distribusi produk pertanian untuk wilayah Bandung Raya.

 

Bagi petani, perluasan akses pasar berpotensi memangkas hambatan distribusi dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada tindak lanjut kerja sama, kesiapan pasokan, kualitas produk, dan mekanisme perdagangan yang disepakati para pihak.

 

MoU kedua melibatkan PT Sucofindo, BUMN yang memiliki layanan inspeksi, pengujian, sertifikasi, dan konsultansi. Kerja sama ini difokuskan pada pendampingan dan asesmen proposal investasi dari daerah anggota Kunci Bersama.

 

Melalui proses tersebut, potensi unggulan daerah diharapkan dapat dikembangkan menjadi proposal yang lebih terukur dan memenuhi kebutuhan calon investor. Proyek yang dinilai layak selanjutnya berpeluang dipromosikan melalui jaringan mitra yang relevan.  Bupati Dian mengharapkan, potensi daerah harus diikuti dengan kesiapan proyek. Investor membutuhkan perencanaan yang jelas, perhitungan bisnis yang rasional, serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

KBIF juga diproyeksikan menjadi wadah bersama untuk membantu daerah anggota menyiapkan dan mempromosikan peluang investasi. Dengan pola ini, setiap pemerintah daerah dapat mengajukan potensi unggulannya untuk dikembangkan secara kolaboratif.

 

“Selain mengurus infrastruktur dan pengentasan kemiskinan, daerah juga harus mendorong investasi. Melalui KBIF, kita ingin membangun kerja sama agar potensi masing-masing daerah bisa dipromosikan bersama dan peluang investasinya semakin terbuka,” kata bupati.



Kehadiran Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon dan Direktur Utama PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dalam kegiatan tersebut turut memberi dukungan bagi upaya penguatan ekosistem ekonomi kawasan. Kolaborasi dengan lembaga keuangan dan pengelola konektivitas diharapkan dapat membantu mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan peluang pengembangan ekonomi di daerah perbatasan.

 

Semula Kunci Bersama  beranggotakan 10 kabupate/kota, kini bertambah menjadi 11 kabupaten/kota. Yakni;  Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Majalengka, Kota Banjar, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Banyumas. Kesepuluh daerah ini memiliki karakteristik dan potensi berbeda yang dapat saling melengkapi apabila dikelola melalui kerja sama yang terarah.

 

Transformasi Kunci Bersama kini memasuki tahap pembuktian. Dua MoU menjadi langkah awal, sementara keberhasilan KBIF nantinya akan ditentukan oleh tindak lanjut kemitraan, realisasi perdagangan, proyek investasi yang berjalan, dan lapangan kerja yang tercipta. Bagi Kuningan dan daerah anggota lainnya, perubahan ini membuka peluang untuk menjadikan kerja sama perbatasan lebih produktif. Bukan sekadar bertemu dan menyepakati program, melainkan bergerak bersama agar potensi daerah menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat. (HEM/BK)