REDAKSI
Rabu, 10/07/2026 07:31:00 PM WIB
HeadilineHukumKesehatan

Cegah Penyakit Menular, 469 Warga Binaan Lapas Kuningan Jalani Pemeriksaan Mobile VCT


Pemeriksaan Kesehatan. Petugas medis melayani warga binaan Lapas Kelas IIA Kuningan yang mengikuti pemeriksaan Mobile VCT di aula setempat, Rabu (7/10/2026).



KUNINGAN, (BK).-

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan menggelar pemeriksaan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV bagi 469 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di aula setempat, Rabu (7/10/2026). Langkah screening massal ini ditempuh guna mendeteksi secara dini potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan warga binaan.

Pelaksanaan deteksi dini ini terwujud atas kerja sama Lapas Kelas IIA Kuningan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan, Puskesmas Kuningan, Puskesmas Lamepayung, serta LSM Petik Kuningan. Total peserta pemeriksaan terdiri atas 71 tahanan laki-laki, 6 tahanan perempuan, dan 392 narapidana laki-laki.

Dari hasil pemeriksaan marathon tersebut, petugas medis menemukan 6 warga binaan reaktif Hepatitis dan 8 warga binaan reaktif Sifilis. Seluruh WBP yang terdeteksi reaktif langsung dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan dan penanganan medis khusus.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIA Kuningan, Kusrin Yusyuf, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemenuhan hak kesehatan bagi seluruh penghuni lapas.

"Kegiatan Mobile VCT ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Kuningan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada warga binaan. Melalui deteksi dini, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan dan segera melakukan tindak lanjut apabila ditemukan hasil yang memerlukan penanganan lebih lanjut," ujar Kusrin.




Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak eksternal sangat krusial untuk menjaga kondusivitas kesehatan lingkungan pemasyarakatan. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan, Puskesmas, LSM Petik, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Sinergi seperti ini akan terus kami perkuat demi pemenuhan hak kesehatan warga binaan," tutur Kusrin.

Hal senada disampaikan Subkoordinator ini Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Kuningan, H. Iud Sudarman. Menurut Iud, pemeriksaan secara menyeluruh menjadi kunci penting pencegahan penularan penyakit di lokasi terpusat.

"Pemeriksaan ini merupakan salah satu upaya deteksi dini. Dengan melakukan screening secara menyeluruh, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan warga binaan dan menentukan langkah tindak lanjut sesuai dengan hasil pemeriksaan," terang Iud.

Program kesehatan ini mendapat respons positif dari kalangan warga binaan. Salah seorang WBP berinisial MDS mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan berkala tersebut.

"Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami bisa mengetahui kondisi kesehatan kami. Kalau ada hasil yang perlu ditindaklanjuti, bisa segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan," ungkap MDS.

Seluruh rangkaian pemeriksaan Mobile VCT berjalan aman, tertib, dan lancar. Pihak Lapas Kuningan memastikan penanganan medis bagi WBP yang reaktif akan terus dikawal hingga tuntas.(Apip/BK)