KUNINGAN, (BK).-
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Nahdlatul
Ulama (NU) Kecamatan Cibingbin keluar sebagai juara pertama lomba Sholawat Ad
Diba’i tingkat Kabupaten Kuningan berlangsung di Aula Kuningan Islamic Centre
(KIC) Jl Ir Soekarno, Minggu (18/10/2026).
Sementara PAC Fatayat NU Kecamatan
Cipicung mendudukan posisi urutan dua dan PAC Fatayat Kecamatan Garawangi
berada pada posisi tiga. Kegiatan yang memakan
waktu sehari penuh berlangsung lancar, aman dan tertib sesuai harapan kita
semua. Dalam kesempatan tersebut Hadir Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda
Kuningan, Kiyai Emup Muplihudin, Ketua PC Fatayat NU Kab. Kuningan, Hj Dadah.
Selain itu, tiga orang juri yakni; Hj. Yeni Ainul Widad, M.Pd, Hj. Nunung
Muniroh, M.Pd dan Agung Muhammad Nur,S.Pd, sejumlah peserta lomba sertan
undangan lainnya.
Berkaitan dengan kegiatan tersebut, PC
Fatayat NU Kab. Kuningan, Hj Dadah... mengemukakan, tak lupa ucapkan terima
kasih pada para juara lomba sholawat sehingga dapat membawa harum daerah
masing-masing. Bagi mereka yang meraih predikat juara agar tetap dipertahankan
bahkan lebih ditingkatkan. Bagi mereka yang belum menjadi juara jangan berkecil
hati, masih ada kesempatan untuk lebih berprestasi asalkan rajin berlatih yang
dilakukan secara berkelanjutan.
“Paling berharga dari kegiatan ini bukan
hanya siapa yang menjadi juara, melainkan siapa yang bersedia bergerak, mau
berkontribusi, dan tetap istiqamah dalam
berkhidmat. Setiap PAC yang hadir dalam kesempatan ini adalah bagian penting
atas keberhasilan kegiatan ini.” tutur
Hj Dadah.
Oleh sebab itu, jadikan kegiatan ini
sebagai momentum untuk saling menguatkan, bukan saling membandingkan; saling
menghargai, bukan saling merendahkan; serta saling mendukung, bukan berjalan
sendiri-sendiri. Sebab PC tidak akan kuat tanpa PAC. PAC tidak akan bergerak
tanpa kader. Kader akan semakin berdaya ketika kita semua saling merangkul
dalam satu semangat perjuangan. Pada kesempatan ini kita berkumpul, bukan sekadar untuk mengikuti
sebuah perlombaan. Namun hadir untuk
menghidupkan mahabbah kepada Rasulullah SAW, merawat tradisi keagamaan dan
ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, sekaligus memperkuat persaudaraan
dan semangat khidmat kita sebagai perempuan Nahdliyin.
Sesuai tema yang kita usung,
“Menghidupkan Mahabbah Rasul, Menguatkan Peradaban, Menggerakkan Perempuan
Berdaya Menuju Kuningan Melesat”. Diharapkan, kegiatan ini menjadi bagian dari
ikhtiar kita untuk melahirkan kader-kader Fatayat NU yang religius, berilmu,
berakhlak, mandiri, dan mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah. Hari
ini para sahabat PAC telah membuktikan bahwa semangat khidmat itu masih
menyala. Kehadiran para PAC, kesiapan peserta, dukungan pengurus, serta
partisipasi seluruh kader merupakan bukti nyata bahwa Fatayat NU di Kabupaten
Kuningan terus tumbuh dan bergerak.
“Untuk itu, saya menyampaikan
penghargaan dan terima kasih
setulus-tulusnya kepada semua pihak yang telah membantu acara ini.
Termasuh Pemerintah Kabupaten Kuningan, Kantor kementrian Agama, Ketua PAC
Fatayat NU se-Kabupaten yang telah berpartisipasi ikut lomba. Semoga kebaikan orang
sholeh-sholehah ini mendapat gantinya yang berlipat ganda dari Allah SWT,”
ujarnya.
Dalam momentum Hari Santri Nasional ini,
perjuangan santri tidak berhenti di pesantren. Nilai-nilai kesantrian harus
hadir dalam kehidupan sehari-hari: cinta ilmu, menjaga akhlak, menghormati
guru, mengabdi kepada masyarakat, serta mencintai tanah air. Mari kita buktikan
bahwa kita sebagai santri dan juga
perempuan yang mencintai Rasulullah. adalah perempuan yang santun tutur
katanya, kuat komitmennya, luas kepeduliannya, serta memberikan kontribusi
nyata.
“Semoga melalui lantunan Sholawat
Ad-Diba’i hari ini, hati kita semakin dekat kepada Rasulullah SAW, hubungan
antarkader semakin erat, tetap semangat, selalu sholid, sehingga seluruh ketua
PAC beserta para kadernya semakin kuat
dalam menjalankan amanah organisasi. Jadikan perlombaan ini sebagai ajang
silaturahmi dan syiar Islam. Menang adalah kebanggaan, tetapi menjaga
persaudaraan dan keikhlasan dalam berkhidmat adalah kemenangan yang jauh lebih
bermakna,” paparnya.
Akhirul kata, kepada seluruh pihak yang telah
membantu dan menyukseskan kegiatan ini.pemerintahan daerah kab
Kuningan,Kementrian Agama, Kasi Bimas, Ketua DKM KIC, Mama Kabag Kesra, yang
banyak membantu. Semoga KH Emup, sehat, panjang usianya, dan sukses selalu. Semoga
setiap tenaga, waktu, pikiran, dan dukungan yang diberikan menjadi amal ibadah
yang dicatat sebagai kebaikan oleh Allah SWT. Sahabat Fatayat NU, mari kita
terus bergerak bersama, menghidupkan mahabbah kepada Rasulullah, menguatkan
peradaban, dan memberdayakan perempuan untuk mewujudkan Fatayat NU agar semakin
solid menuju Kabupaten Kuningan Melesat. (HEM/BK)




