Senin, 10/19/2026 08:13:00 AM WIB
HeadlineMuslim

PAC Fatayat NU Kecamatan Cibingbin Juara Pertama Lomba Ad Diba’i Tingkat Kabupaten Kuningan

 

PAC Fatayat NU Kecamatan Cibingbin keluar sebagai juara pertama lomba sholawat tingkat Kabupaten Kuningan, bertempat di KIC Jl Ir Soekarno, Minggu (18/10/2026)



KUNINGAN, (BK).-

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Cibingbin keluar sebagai juara pertama lomba Sholawat Ad Diba’i tingkat Kabupaten Kuningan berlangsung di Aula Kuningan Islamic Centre (KIC) Jl Ir Soekarno, Minggu (18/10/2026).

 

Sementara PAC Fatayat NU Kecamatan Cipicung mendudukan posisi urutan dua dan PAC Fatayat Kecamatan Garawangi berada pada  posisi tiga. Kegiatan yang memakan waktu sehari penuh berlangsung lancar, aman dan tertib sesuai harapan kita semua. Dalam kesempatan tersebut Hadir Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Kuningan, Kiyai Emup Muplihudin, Ketua PC Fatayat NU Kab. Kuningan, Hj Dadah. Selain itu, tiga orang juri yakni; Hj. Yeni Ainul Widad, M.Pd, Hj. Nunung Muniroh, M.Pd dan Agung Muhammad Nur,S.Pd, sejumlah peserta lomba sertan undangan lainnya.

 

Berkaitan dengan kegiatan tersebut, PC Fatayat NU Kab. Kuningan, Hj Dadah... mengemukakan, tak lupa ucapkan terima kasih pada para juara lomba sholawat sehingga dapat membawa harum daerah masing-masing. Bagi mereka yang meraih predikat juara agar tetap dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan. Bagi mereka yang belum menjadi juara jangan berkecil hati, masih ada kesempatan untuk lebih berprestasi asalkan rajin berlatih yang dilakukan secara berkelanjutan.


 


“Paling berharga dari kegiatan ini bukan hanya siapa yang menjadi juara, melainkan siapa yang bersedia bergerak, mau berkontribusi, dan  tetap istiqamah dalam berkhidmat. Setiap PAC yang hadir dalam kesempatan ini adalah bagian penting atas  keberhasilan kegiatan ini.” tutur Hj  Dadah.

 

Oleh sebab itu, jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk saling menguatkan, bukan saling membandingkan; saling menghargai, bukan saling merendahkan; serta saling mendukung, bukan berjalan sendiri-sendiri. Sebab PC tidak akan kuat tanpa PAC. PAC tidak akan bergerak tanpa kader. Kader akan semakin berdaya ketika kita semua saling merangkul dalam satu semangat perjuangan. Pada kesempatan ini  kita berkumpul, bukan sekadar untuk mengikuti sebuah perlombaan. Namun  hadir untuk menghidupkan mahabbah kepada Rasulullah SAW, merawat tradisi keagamaan dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, sekaligus memperkuat persaudaraan dan semangat khidmat kita sebagai perempuan Nahdliyin.

 

Sesuai tema yang kita usung, “Menghidupkan Mahabbah Rasul, Menguatkan Peradaban, Menggerakkan Perempuan Berdaya Menuju Kuningan Melesat”. Diharapkan, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk melahirkan kader-kader Fatayat NU yang religius, berilmu, berakhlak, mandiri, dan mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah. Hari ini para sahabat PAC telah membuktikan bahwa semangat khidmat itu masih menyala. Kehadiran para PAC, kesiapan peserta, dukungan pengurus, serta partisipasi seluruh kader merupakan bukti nyata bahwa Fatayat NU di Kabupaten Kuningan terus tumbuh dan bergerak.

 

“Untuk itu, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih  setulus-tulusnya kepada semua pihak yang telah membantu acara ini. Termasuh Pemerintah Kabupaten Kuningan, Kantor kementrian Agama, Ketua PAC Fatayat NU se-Kabupaten yang telah berpartisipasi ikut lomba. Semoga kebaikan orang sholeh-sholehah ini mendapat gantinya yang berlipat ganda dari Allah SWT,” ujarnya.




Dalam momentum Hari Santri Nasional ini, perjuangan santri tidak berhenti di pesantren. Nilai-nilai kesantrian harus hadir dalam kehidupan sehari-hari: cinta ilmu, menjaga akhlak, menghormati guru, mengabdi kepada masyarakat, serta mencintai tanah air. Mari kita buktikan bahwa kita sebagai santri dan juga  perempuan yang mencintai Rasulullah. adalah perempuan yang santun tutur katanya, kuat komitmennya, luas kepeduliannya, serta memberikan kontribusi nyata.

 

“Semoga melalui lantunan Sholawat Ad-Diba’i hari ini, hati kita semakin dekat kepada Rasulullah SAW, hubungan antarkader semakin erat, tetap semangat, selalu sholid, sehingga seluruh ketua PAC beserta para  kadernya semakin kuat dalam menjalankan amanah organisasi. Jadikan perlombaan ini sebagai ajang silaturahmi dan syiar Islam. Menang adalah kebanggaan, tetapi menjaga persaudaraan dan keikhlasan dalam berkhidmat adalah kemenangan yang jauh lebih bermakna,” paparnya.

 

Akhirul kata, kepada seluruh pihak yang telah membantu dan menyukseskan kegiatan ini.pemerintahan daerah kab Kuningan,Kementrian Agama, Kasi Bimas, Ketua DKM KIC, Mama Kabag Kesra, yang banyak membantu.  Semoga KH Emup,  sehat, panjang usianya, dan sukses selalu. Semoga setiap tenaga, waktu, pikiran, dan dukungan yang diberikan menjadi amal ibadah yang dicatat sebagai kebaikan oleh Allah SWT. Sahabat Fatayat NU, mari kita terus bergerak bersama, menghidupkan mahabbah kepada Rasulullah, menguatkan peradaban, dan memberdayakan perempuan untuk mewujudkan Fatayat NU agar semakin solid menuju Kabupaten Kuningan Melesat. (HEM/BK)