KUNINGAN, (BK).-
Sejumlah murid SMA Negeri 1 Kadugede Kabupaten
Kuningan mengimplementasikan “makan berkesedaran” yang dilakukan secara berjamaah
sebagai wujud penguatan karakter Pancawaluya, berlangsung di halaman sekolah setempat, belum
lama ini.
“Kami terus memperkuat pendidikan karakter melalui pembiasaan positif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya dalam jadual pelaksanaan makan MBG diwujudkan melalui kegiatan makan Berkesadaran, sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Pancawaluya dalam membangun peserta didik yang berkarakter, sehat, peduli, dan bertanggung jawab,” kata Kepala SMA Negeri 1 Kadugede, Rhida Jaya Bhuana SPd, MPd.
Kegiatan Makan Berkesadaran bukan sekadar kebiasaan makan bersama, melainkan sebuah proses pembelajaran karakter yang mengajak peserta didik untuk lebih menyadari apa yang dikonsumsi, mensyukuri rezeki yang diterima, menghargai setiap proses yang menghadirkan makanan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, peserta didik dibiasakan untuk berdoa sebelum makan, menjaga kebersihan diri dan tempat makan. Selanjutnya, mengambil makanan secukupnya, menikmati makanan dengan tenang, serta menghabiskan makanan tanpa menyisakan secara berlebihan. Setelah selesai, peserta didik juga dibiasakan membersihkan peralatan dan area makan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.
Implementasi Makan Berkesadaran memiliki
keterkaitan erat dengan filosofi Pancawaluya, yaitu Cageur, Bageur, Bener,
Pinter, dan Singer. Nilai Cageur diwujudkan melalui pembiasaan pola makan sehat
dan perilaku hidup bersih. Nilai Bageur ditumbuhkan melalui sikap santun,
saling menghargai, dan peduli terhadap orang lain. Nilai Bener tercermin dalam
perilaku jujur, disiplin, serta bertanggung jawab terhadap makanan yang diambil
dan dikonsumsi.
Sementara itu, nilai Pinter dikembangkan melalui pemahaman tentang pentingnya gizi, kesehatan, dan pengelolaan makanan secara bijak. Adapun nilai Singer diwujudkan melalui kecakapan peserta didik dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat, menjaga kebersihan, mengelola sisa makanan, dan menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman serta berkelanjutan.
Dalam praktiknya, makan berkesadaran juga menjadi sarana pendidikan untuk menanamkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Peserta didik diajak memahami bahwa makanan yang tersaji merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari kerja petani, pengolahan, distribusi, hingga tersaji di meja makan. Kesadaran tersebut diharapkan membangun sikap menghargai pangan dan tidak mudah menyia-nyiakannya.
“Menempatkan pembiasaan positif sebagai bagian penting dalam membangun budaya sekolah yang berkarakter. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Makan Berkesadaran, sekolah
berupaya menghadirkan pembelajaran yang nyata dan bermakna. Peserta didik tidak
hanya memahami nilai-nilai karakter secara konseptual, tetapi juga belajar mempraktikkannya
melalui perilaku sehari-hari, mulai dari cara berdoa, mengambil makanan,
menghargai sesama, hingga menjaga kebersihan lingkungan,” papar Rhida.
Kegiatan ini sekaligus mendukung
terbentuknya budaya sekolah yang sehat, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab.
Kebiasaan mengambil makanan sesuai kebutuhan menjadi salah satu langkah
sederhana untuk mengurangi pemborosan pangan, sedangkan kebiasaan menjaga
kebersihan setelah makan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Melalui implementasi Makan Berkesadaran,
SMAN 1 Kadugede berharap nilai-nilai Pancawaluya semakin tumbuh menjadi
kebiasaan dan karakter yang melekat pada diri setiap peserta didik, baik di
sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat. Makan dengan kesadaran,
bersyukur dengan ketulusan, bertindak dengan kepedulian, dan hidup dengan
tanggung jawab. Inilah semangat
Pancawaluya yang terus ditumbuhkan di SMAN 1 Kadugede, sejalan dengan budaya
sekolah “SMANSAKA Bahagia Bersama, Sukses Semua”.(HEM/BK)




