Minggu, 10/18/2026 09:42:00 AM WIB
HeadlinePendidikan

SMK Negeri 1 Kuningan Gelar Kokurikuler Ecobrick Dari Bahan Botol Mineral Bekas Jadikan Sebuah Hiasan I Love Neper (Saya Cinta Negeri Pertanian)

 

Kepala SMK Negeri 1 Kuningan, Elpasa MPd, mengawali pemasangan ecobrick dari bahan botol  meneral bekas lewat pelajaran Mulok hingga menjadi hiasan tampak indah berlokasi di lingkungan sekolah sekitar.  



KUNINGAN, (BK).-

Sejumlah murid SMK Negeri 1 Kuningan menggelar kegiatan Kokurikuler dari bahan botol bekas dijadikan sebuah hiasan indah dan menarik bertuliskan I Lova Neper (Saya Cinta Negeri Pertanian) berlokasi di lingkungan sekolah setempat, Jumat (16/10/2026).

 

Kegiatan kokurikuler Ecobrick merupakan  pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan Muatan Lokal (Mulok). Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan melalui pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna.



Dalam kegiatan ini, peserta didik mengumpulkan botol bekas air mineral  dan sampah plastik yang bersih serta kering. Sampah plastik tersebut dipotong kecil-kecil, kemudian dimasukkan dan dipadatkan ke dalam botol hingga menjadi ecobrick. Ecobrick yang telah dibuat selanjutnya dapat disusun menjadi berbagai bentuk karya, seperti kursi sederhana, meja, hiasan, atau media edukasi lingkungan sesuai kebutuhan sekolah.

 

“Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep pencemaran lingkungan, pengelolaan sampah, dan prinsip pemanfaatan kembali bahan bekas dalam mata pelajaran IPAS. Akan tetapi  mengembangkan kreativitas,  mengenal nilai kearifan lokal dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui Mulok,” ungkap Kepala SMK Negeri 1 Kuningan, Elpasa MPd.

 

Ditambahkan Elpasa, diharapkan kegiatan tersebut dapat membentuk kebiasaan hidup bersih, meningkatkan kerja sama, tanggung jawab, dan kreativitas peserta didik. Selan itu, para murid untuk  menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Termasuk kecintaan terhadap lingkungan diluar sekolah. Adapun tujuan kegiatan tersebut antara lain; meningkatkan kepedulian lingkungan dengan membiasakan peserta didik mengelola sampah plastik secara bertanggung jawab.

 

“Selain itu, mengurangi sampah plastik yang tercecer melalui pemanfaatan botol bekas air mineral dan sampah plastik bersih serta kering. Mengintegrasikan pembelajaran IPAS dan Mulok melalui praktik pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan, dan pengembangan kreativitas. Termasuk mengembangkan keterampilan peserta didik dalam membuat produk ecobrick yang bermanfaat. Menumbuhkan karakter gotong royong, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama selama proses pembuatan ecobrick.  Mendorong perilaku 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari dan mewujudkan lingkungan SMK Negeri 1 Kuningan yang bersih, hijau, dan berbudaya lingkungan,” tutur Elpasa.




Dijelaskannya, terbentuknya produk ecobrick dapat dimanfaatkan sebagai karya kreatif dan media edukasi lingkungan. Selan itu, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam mengelola sampah plastik. Tumbuhnya kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah secara bertanggung jawab. Termasuk terwujudnya kolaborasi antara pembelajaran IPAS, Mulok, dan kegiatan kokurikuler dalam mendukung pelestarian lingkungan sekolah.

 

Menururt keterangan, pencemaran lingkungan yangdiakibatkan sampah plastik sangat berdampak terhadap kusuburan tanah maupun kulaitas air tanah. Sebab sampah plastik ini tidak bisa terurai selama 10 tahun bahkan hingga 1.000 apabila berada didalam tanah. Limbah plastik diatas permukaan yang terkena sinar matahari akan hancur memakan waktu selama kurang lebih 10 tahun. Lebih parah lagi jika sampah plastik tersubut berada di dalam tanah, maka akan berpengaruh terhadap struktur tanah, kesuburan serta berdampak terhadap kualitas air tanah sehingga dapat merugikan bagi kehidupan.

 

“Untuk itu, kami penjarakan sampah plastik ini merlalui pelajaran Mulok Ecobrick agar tidak mencemari lingkungan sekitarnya. Kami mengimbau pada semuanya agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya dalam membuang limbah plastik yang sulit diurai,” pungkas Elpasa. (HEM/BK)