Post ADS 1
Rabu, 2/25/2026 06:07:00 AM WIB
BirokrasiHeadline

Gerakan Pangan Murah (GPM) Padaringan Hadapi HBKN, Puasa Dan Idul Fitri 1447 Hijriyah Diserbu Pembeli

 

Gerakan Pangan Murah berlangsung di Desa Haurkuning Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan,Sselasa (24/2/2026)


KUNINGAN, (BK).-

Gerakan pangan murah (GPM) dalam rangka pengendalian inplasi yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan menghadapi HBKN, bulan puasa dan Idul Fitri 1447 H diserbu pembeli, berlangsung di Desa Haurkuning Kecamatan Nusaherang, Selasa (24/2/2026).

 

Gerakan Pangan Murah Padaringan ini adalah salah satu program Pemda Kuningan sejak berlangsung lama. Rencananya  dilaksanakan di 25 desa, pada moment puasa  Idul Fitri dan sebanyak 15 desa dan   moment Idul Adha di 10 desa. Untuk hari ke-2 special dilaksanakan pada hari Selasa 24 Februari 2026 bertempat di Desa Haurkuning Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan.   

 

Adapun peserta GPM terdiri dari Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, Peternak, Distributor dan Pelaku Usaha Pangan lainnya. Dengan komoditi yang dibazarkan meliputi; Beras Premium, Cabai Merah Keriting, Cabai Rawit Merah, Bawang Merah, Bawang Putih,  Minyak Goreng, Gula Pasir, Terigu, Daging Ayam, Telur Ayam,Daging Sap[i dan aneka sayuran.




Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Kuningan, Wahyu Hidayah, melalui Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan Dan Distribusi Pangan, Ating Setiawan SP, menyebutkan, pangan salah satu kunci terkendalinya inflasi nasional adalah dengan menjaga stabilisasi    pasokan    dan   harga  pangan.  Sebagai upaya pelaksanaan SPHP, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian memiliki beberapa kegiatan. Yakni; GPM sebagai upaya pengendalian ketika akan terjadi atau saat seteleh terjadinya gejolak pasokan dan harga pangan. Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP),  kegiatan pemantauan, pengumpulan dan pengolahan serta analisis data serta infromasi harga pangan untuk di informasikan kepada public.

 

“Tujuan GPM tersebut antara lain; menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Selain itu, meningkatkan keterjangkauan dan daya beli pangan pokok bagi masyarakat. Termasuk  menyediakan bahan pangan pokok dengan harga  terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat atau konsumen,” ujar Ating.

 

Sementara, Bupati H Dian Rachmat Yanuar, mengemukakan, GPM ini sebagai  cerminan dari visi pembangunan kita; MELESAT (Maju, karena kita membangun sistem stabilisasi pangan yang terencana). Empowering, karena kita melibatkan petani dan pelaku usaha lokal sebagai bagian dari solusi. Lestari, karena kita menjaga rantai pasok yang sehat dan berkelanjutan. Agamis, karena kita memastikan Ramadan dijalani dalam ketenangan dan keberkahan. Tangguh, karena kita memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.



“Inilah ideologi pembangunan kita, tidak  membangun hanya dengan beton dan aspal. Namun  kita membangun dengan kehadiran,  kepedulian dan keberpihakan pada masyarakat. Pemerintah yang kuat bukan yang jauh dari rakyat, tetapi hadir di tengah-tengah masyarakat hingga ke dapur warganya. Saya  sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para petani sebagai tulang punggung pangan. Tanpa petani, tidak ada stabilitas, tanpa petani tidak ada ketahanan,” tutur H Dian.

 

Untuk iyu, bupati sampaikan terima kasih pula pada seluruh ASN yang bekerja sepenuh hati. Terima kasih pula pada para distributor dan pelaku usaha yang menjaga rantai pasok tetap stabil. Termasuk  kepada masyarakat, agar selalu menjaga ketertiban, kebersamaan, dan menjaga semangat gotong royong dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ramadhan adalah bulan pengendalian diri, mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial. (HEM/BK)