Post ADS 1
Post ADS 1
REDAKSI
Senin, 2/02/2026 05:07:00 PM WIB
BirokrasiHeadlineHukum

Panen Raya Melon, Lapas Kuningan Panen Hasil Pembinaan Kemandirian Warga Binaan


Petugas bersama Warga Binaan Lapas Kelas IIA Kuningan memanen melon hasil program pembinaan kemandirian di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pertanian, Senin (2/2/26).



KUNINGAN, (BK). – 

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan kembali menunjukkan hasil nyata program pembinaan kemandirian Warga Binaan (WB) melalui kegiatan panen raya melon yang digelar di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pertanian, Senin (2/2/26).

Panen raya tersebut merupakan hasil budidaya melon yang dikelola langsung oleh Warga Binaan selama kurang lebih tiga bulan dengan pendampingan petugas Lapas. Program pertanian hortikultura ini menjadi salah satu upaya pembinaan berkelanjutan untuk membekali WB dengan keterampilan produktif yang memiliki nilai ekonomis.

Kegiatan panen dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, pejabat struktural, staf, CPNS, serta peserta program magang. Suasana panen berlangsung tertib dan penuh antusias, mencerminkan sinergi positif antara petugas dan Warga Binaan dalam menyukseskan program pembinaan.

Dari hasil panen tersebut, Lapas Kelas IIA Kuningan berhasil memanen melon dengan total berat mencapai 61 kilogram. Sebagian besar hasil panen dibeli oleh petugas Lapas, sementara sekitar lima persen lainnya diserap oleh penyedia bahan makanan (Bama) untuk kebutuhan internal.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menegaskan bahwa panen raya ini menjadi indikator keberhasilan pembinaan kemandirian di bidang pertanian.

“Panen melon ini bukan sekadar hasil pertanian, tetapi bukti bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan karya produktif jika diberi pembinaan dan pendampingan yang tepat,” ujarnya.



Menurut Sukarno, kegiatan tersebut juga selaras dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan. Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan dengan komoditas hortikultura lainnya.

Selain memberikan manfaat ekonomi, panen raya ini dinilai mampu meningkatkan motivasi Warga Binaan untuk mengasah keterampilan sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat. Ke depan, Lapas Kelas IIA Kuningan berkomitmen meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap reintegrasi sosial Warga Binaan. (Apip/BK)