Post ADS 1
REDAKSI
Sabtu, 2/28/2026 08:34:00 AM WIB
HeadlinepemerintahPeristiwa

Tugu Panser Saladin di Bunderan Cijulang Jadi Ikon Baru, Simbol Perjuangan dan Edukasi Sejarah


Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Bupati Pangandaran Citra Pitriyami saat peresmian Monumen Panser Saladin di Bunderan Cijulang, Sabtu (28/2/6). (Dok/BK)




Pangandaran, (BK). – 

Sebuah panser jenis Saladin kini berdiri gagah di Bunderan Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Berdasarkan pantauan di lapangan, Sabtu (28/2/26), monumen alutsista tersebut telah menjadi spot foto baru bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang melintas menuju Green Canyon dan Pantai Batu Karas.

Panser Saladin yang ditempatkan di ruang terbuka publik itu menggantikan tugu ikan marlin yang sebelumnya menjadi penanda kawasan. Pemerintah daerah menyebut kehadiran monumen tersebut bukan sekadar elemen estetika, tetapi juga sebagai simbol perjuangan dan sarana edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Ikon baru tersebut diresmikan pada 20 Januari 2026 oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang merupakan putra daerah Cijulang, didampingi Bupati Pangandaran Citra Pitriyami. Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan bahwa panser Saladin merupakan salah satu alutsista legendaris kavaleri TNI AD yang memiliki nilai historis tinggi.

“Panser ini bukan hanya simbol kekuatan pertahanan, tetapi juga pengingat bahwa TNI lahir dan besar bersama rakyat,” ujarnya saat peresmian.


Ia juga menegaskan bahwa penempatan panser di ruang publik diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sejarah kebangsaan. Menurutnya, generasi muda perlu dikenalkan pada perjalanan panjang perjuangan bangsa melalui simbol-simbol yang mudah dijangkau dan dilihat secara langsung.

Sementara itu, Bupati Pangandaran menyampaikan bahwa kehadiran monumen tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas kawasan Cijulang sebagai pintu gerbang wisata. Ia menilai ikon baru itu dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran.

“Selain memperindah tata ruang, kami berharap monumen ini bisa meningkatkan kunjungan wisata dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Antusiasme warga pun mulai terlihat sejak panser tersebut dipasang. Aang (40), warga sekitar bunderan, mengaku bangga dengan perubahan wajah kawasan tersebut.

“Alhamdulillah setelah adanya panser di sini, banyak orang yang berhenti untuk berfoto. Bahkan ada yang membuat video dokumentasi,” ucapnya kepada tim media.

Ia mengatakan bahwa keberadaan tugu panser membuat suasana kawasan menjadi lebih hidup dibanding sebelumnya. Menurutnya, peningkatan aktivitas wisatawan tersebut secara tidak langsung memberi harapan baru bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.

“Sebagai warga asli sini saya merasa bangga. Mudah-mudahan wisatawan yang datang semakin banyak dan ekonomi masyarakat ikut terbantu,” imbuhnya.

Kini, Monumen Panser Saladin di Cijulang dinilai mampu menjadi ikon baru Kabupaten Pangandaran. Selain menghadirkan nilai historis, keberadaannya juga memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata yang memadukan keindahan alam dan edukasi sejarah dalam satu ruang publik yang representatif. (Yayan/BK)