KUNINGAN, (BK).–
Percikan api akibat korsleting KWh listrik terjadi di sebuah rumah warga di Jalan Pramuka RT 02 RW 01, Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Minggu (1/3/2026) sore. Peristiwa tersebut dilaporkan sekitar pukul 17.45 WIB dan sempat memicu kepanikan pemilik rumah.
Insiden itu pertama kali diketahui pemilik rumah, Muhamad Adib (23), sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Ia mengaku mendengar beberapa kali suara ledakan dari bagian depan rumahnya.
“Saya dengar beberapa kali ledakan di depan rumah saat hujan deras. Setelah saya cek, ternyata ada percikan api dari KWh listrik yang menempel di dinding depan,” ujar Adib.
Menurutnya, percikan api muncul akibat dugaan konsleting listrik pada meteran KWh. Dalam kondisi panik, ia berusaha memadamkan api dengan menaburkan pasir ke sumber percikan. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Karena api tak kunjung padam, Adib kemudian menghubungi call center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan pada pukul 17.45 WIB untuk meminta bantuan. Petugas piket Regu 1 yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi pukul 17.50 WIB dan tiba lima menit kemudian, sekitar pukul 17.55 WIB.
Petugas Damkar menyebutkan, setibanya di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar yang membantu menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Meski demikian, tim tetap melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan tidak ada potensi bahaya susulan.
“Ketika kami tiba, api sudah padam berkat bantuan tetangga yang meminjamkan APAR. Kami kemudian melakukan investigasi serta berkoordinasi dengan pihak PLN untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap salah seorang petugas Damkar.
Proses investigasi terhadap instalasi KWh listrik yang terdampak berlangsung kurang lebih 15 menit. Petugas memastikan jaringan dalam kondisi aman sebelum menyerahkan penanganan teknis perbaikan kepada pihak PLN agar aliran listrik kembali normal.
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian besar dalam peristiwa tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terlebih saat kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras yang berpotensi memicu gangguan kelistrikan.(Apip/BK)
Menurutnya, percikan api muncul akibat dugaan konsleting listrik pada meteran KWh. Dalam kondisi panik, ia berusaha memadamkan api dengan menaburkan pasir ke sumber percikan. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Karena api tak kunjung padam, Adib kemudian menghubungi call center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan pada pukul 17.45 WIB untuk meminta bantuan. Petugas piket Regu 1 yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi pukul 17.50 WIB dan tiba lima menit kemudian, sekitar pukul 17.55 WIB.
Petugas Damkar menyebutkan, setibanya di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar yang membantu menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Meski demikian, tim tetap melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan tidak ada potensi bahaya susulan.
“Ketika kami tiba, api sudah padam berkat bantuan tetangga yang meminjamkan APAR. Kami kemudian melakukan investigasi serta berkoordinasi dengan pihak PLN untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap salah seorang petugas Damkar.
Proses investigasi terhadap instalasi KWh listrik yang terdampak berlangsung kurang lebih 15 menit. Petugas memastikan jaringan dalam kondisi aman sebelum menyerahkan penanganan teknis perbaikan kepada pihak PLN agar aliran listrik kembali normal.
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian besar dalam peristiwa tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terlebih saat kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras yang berpotensi memicu gangguan kelistrikan.(Apip/BK)







