![]() |
| Rizal Arif Gunawan, S.E., Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kabupaten Kuningan, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/3/26) |
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan membuka pendaftaran seleksi bakal calon kepala sekolah jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyusul adanya kekosongan di 16 satuan pendidikan.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kabupaten Kuningan, Rizal Arif Gunawan, S.E., menjelaskan, proses penjaringan calon kepala sekolah berada pada ranah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Pendaftaran telah dibuka sejak 27 Februari dan dijadwalkan berakhir pada 9 Maret 2026.
““Hari ini untuk jenjang SMP masih terdapat 16 sekolah yang kosong kepala sekolahnya. Penjaringan sepenuhnya ada di bidang GTK,” ungkap Rizal saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/3/26)
Ia menerangkan, seluruh tahapan seleksi, mulai dari persyaratan administrasi hingga seleksi substansi, dilakukan secara terbuka melalui ruang GTK masing-masing guru. Informasi mengenai syarat yang harus dipenuhi, lanjutnya, telah diumumkan secara jelas di sistem tersebut.
“Pengumuman masuk ke ruang GTK masing-masing guru. Jadi persyaratan apa saja yang harus diselesaikan sudah tersedia di sana. Tidak ada biaya administrasi sedikit pun dalam proses pendaftaran ini,” tegasnya.
Rizal menambahkan, para calon kepala sekolah harus memenuhi ketentuan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7, di mana minimal pangkat yang dipersyaratkan adalah golongan III/c. Namun untuk jenjang SMP di Kabupaten Kuningan, menurutnya, mayoritas guru telah berada pada golongan yang lebih tinggi.
“Untuk SMP saya kira golongannya sudah tinggi-tinggi, bahkan banyak yang sudah di atas golongan IV. Tinggal ada kemauan atau tidak dari guru-guru untuk mengikuti seleksi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap proses seleksi ini mampu menghasilkan kepala sekolah yang benar-benar kompeten, baik dari sisi akademik maupun integritas pribadi. Menurutnya, kepala sekolah yang terpilih harus memiliki kualitas lebih dibandingkan kandidat lainnya.
“Kami berharap calon kepala sekolah yang lolos administrasi dan seleksi substansi benar-benar memenuhi segala aspek, baik akademis maupun perilaku. Harus lebih dari yang lain,” katanya.
Rizal menegaskan, hasil akhir seleksi sepenuhnya akan ditentukan berdasarkan kelengkapan syarat dan kemampuan peserta dalam mengikuti tahapan yang telah ditetapkan. Pihaknya optimistis seleksi ini dapat menjawab kebutuhan kepemimpinan di 16 SMP yang saat ini masih kosong.
“Mudah-mudahan apa pun hasilnya nanti, seleksi ini melahirkan orang-orang yang kompeten untuk memimpin sekolah,”pungkasnya.(Apip/BK)





