![]() |
| Petugas Damkar Kabupaten Kuningan mengevakuasi angkot Suzuki Carry yang terperosok di bahu jalan akibat kondisi licin saat hendak berputar arah di wilayah Cigugur, Rabu dini hari (8/4/2026). |
KUNINGAN, (BK). –
Niat hati mencari makan di tengah kesibukan justru berujung insiden. Sebuah angkot milik Oyo Suhyo (47), warga Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, terperosok di bahu jalan pada Rabu dini hari (8/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat Oyo hendak memutar arah kendaraan jenis Suzuki Carry bernomor polisi E 1961 YA yang dikemudikannya. Namun, kondisi jalan yang licin membuat ban kehilangan traksi hingga kendaraan selip dan amblas.
Dalam keterangannya, Oyo mengaku kejadian itu berlangsung begitu cepat saat dirinya mencoba memutar arah.
“Saya mau cari makan, pas putar arah tiba-tiba mobil selip dan langsung amblas ke bahu jalan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan sempat berusaha mengevakuasi kendaraan secara mandiri dengan peralatan seadanya.
“Saya sudah coba ganjal pakai batu dan cara lain, tapi mobilnya tetap tidak bisa naik,” imbuhnya.
Menyadari upayanya tidak berhasil, Oyo kemudian menghubungi petugas UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan. Laporan diterima sekitar pukul 00.55 WIB dan langsung ditindaklanjuti. Dalam waktu 10 menit, petugas dari Regu 2 bergerak menuju lokasi kejadian.
Kepala UPTD Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan empat personel beserta kendaraan operasional untuk melakukan evakuasi.
“Kronologinya, pemilik kendaraan sedang mencari makan, lalu saat putar arah mobil terperosok karena jalan licin. Upaya mandiri tidak berhasil sehingga meminta bantuan kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit hingga kendaraan berhasil dikembalikan ke badan jalan.
“Kurang lebih 30 menit penanganan, kendaraan berhasil dievakuasi dan kembali ke jalur aspal dalam kondisi aman terkendali,” katanya.
Andri juga menegaskan bahwa penanganan tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi Damkar dalam penyelamatan serta penanggulangan kondisi darurat di masyarakat, sesuai dengan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kejadian tersebut menjadi pengingat bagi pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas atau bermanuver di jalan dengan kondisi licin pada malam hingga dini hari. (Apip/BK)
Peristiwa tersebut terjadi saat Oyo hendak memutar arah kendaraan jenis Suzuki Carry bernomor polisi E 1961 YA yang dikemudikannya. Namun, kondisi jalan yang licin membuat ban kehilangan traksi hingga kendaraan selip dan amblas.
Dalam keterangannya, Oyo mengaku kejadian itu berlangsung begitu cepat saat dirinya mencoba memutar arah.
“Saya mau cari makan, pas putar arah tiba-tiba mobil selip dan langsung amblas ke bahu jalan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan sempat berusaha mengevakuasi kendaraan secara mandiri dengan peralatan seadanya.
“Saya sudah coba ganjal pakai batu dan cara lain, tapi mobilnya tetap tidak bisa naik,” imbuhnya.
Menyadari upayanya tidak berhasil, Oyo kemudian menghubungi petugas UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan. Laporan diterima sekitar pukul 00.55 WIB dan langsung ditindaklanjuti. Dalam waktu 10 menit, petugas dari Regu 2 bergerak menuju lokasi kejadian.
Kepala UPTD Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan empat personel beserta kendaraan operasional untuk melakukan evakuasi.
“Kronologinya, pemilik kendaraan sedang mencari makan, lalu saat putar arah mobil terperosok karena jalan licin. Upaya mandiri tidak berhasil sehingga meminta bantuan kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit hingga kendaraan berhasil dikembalikan ke badan jalan.
“Kurang lebih 30 menit penanganan, kendaraan berhasil dievakuasi dan kembali ke jalur aspal dalam kondisi aman terkendali,” katanya.
Andri juga menegaskan bahwa penanganan tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi Damkar dalam penyelamatan serta penanggulangan kondisi darurat di masyarakat, sesuai dengan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kejadian tersebut menjadi pengingat bagi pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas atau bermanuver di jalan dengan kondisi licin pada malam hingga dini hari. (Apip/BK)






