Post ADS 1
Post ADS 1
Kamis, 5/07/2026 08:42:00 PM WIB
BirokrasiHeadline

Desa “Cantik” dan Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Tata Kelola Data Hingga Tingkat Desa

 


Bupati H Dian Rachma Yanuar dukung program Desa "Cantik" serta Sensus Ekonomi 2026 yang digagas BPS Kabupaten Kuningan.



KUNINGAN, (BK),-

Pelaksanaan program Desa “Cantik” (Cinta Statistik) serta Sensus Ekonomi 2026 yang digulirkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan dalam rangka memperkuat tata kelola data hingga tingkat desa maupun kelurahan.

 

Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut merupakan bagian penguatan kualitas  tata pembangunan daerah yang presisi, terintegrasi dan berkelanjutan. Dukungan tersebut disampaikan Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si saat menerima audiensi Kepala  BPS Kabupaten Kuningan, Urip Sugeng Santoso besert ajajarannya berlangsung di  Pendopo Kabupaten Kuningan, Kamis (7/5/2026).

 

Dalam kesempatan tersebut, bupati didampingi Asisten Daerah (Asda) II Setda Kabupaten Kuningan, Wawan Setiawan, S.Hut.,MT, Kepala Bappeda Kabupaten Kuningan Purwadi Hasan Darsono, S.Hut., M.Sc., serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan Drs. Ucu Suryana, M.Si.

 

Oleh sebab itu, Bupati Dian menyambut baik atas berbagai terobosan yang dilakukan BPS Kabupaten Kuningan dalam memperkuat tata kelola data hingga tingkat desa. Menurutnya, keberadaan data yang valid, objektif, dan terintegrasi menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Hal ini menjadi momentum transformasi kemampuan digital dan intelektual desa. Output akhirnya adalah desa memiliki kemampuan memahami, mengolah, dan memanfaatkan data secara mandiri untuk pembangunan.




“Berbagai persoalan pembangunan kerap muncul akibat perencanaan yang belum sepenuhnya berbasis data akurat. Karena itu, Program Desa Cantik diharapkan mampu memperkuat kualitas perencanaan pembangunan hingga tingkat desa secara lebih tepat sasaran. Dengan data yang objektif dan presisi, persoalan seperti kemiskinan, stunting, maupun pembangunan sosial lainnya dapat dipetakan dengan lebih tepat. Kalau program ini berhasil, tentu bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Kuningan,” ungkap H Dian.

 

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kuningan, Urip Sugeng Santoso,  menjelaskan bahwa dalam audiensi tersebut  memaparkan rencana pencanangan Program Desa Cantik Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di sejumlah desa di Kabupaten Kuningan. Program Desa Cantik merupakan program pembinaan statistik sektoral di tingkat desa guna meningkatkan literasi statistik, kapasitas pengelolaan data, serta kemampuan desa dalam menyusun perencanaan pembangunan berbasis data.

 

pelaksanaan Desa Cantik tahun ini dikembangkan lebih inovatif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya fokus pada pembinaan statistik dan literasi data, namun juga mendorong desa menjadi subjek utama dalam pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan data pembangunan secara mandiri. Desa tersebut nantinya tidak hanya menjadi objek pendataan, tetapi mampu mengelola dan memahami datanya sendiri untuk kebutuhan pembangunan desa.

 

Dalam kesempatan tersebut, BPS Kuningan memperkenalkan inovasi sistem digital bertajuk “Pandawa Cantik” atau Pusat Analisis dan Wawasan Data Cantik. Sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai data desa mulai dari data demografi, sosial ekonomi, perumahan, UMKM, hingga infrastruktur desa dalam satu platform digital berbasis analisis otomatis.

 

Melalui sistem tersebut, data yang terkumpul dapat diolah menjadi visualisasi, pemetaan spasial, hingga rekomendasi analisis yang membantu pemerintah desa dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.


 


Bahkan, sistem tersebut disebut mampu membaca anomali data secara otomatis dan memberikan rekomendasi awal terhadap potensi persoalan di desa, termasuk terkait kemiskinan, stunting, ketahanan UMKM, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.

 

Selain Program Desa Cantik, BPS Kabupaten Kuningan juga memaparkan perkembangan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini telah memasuki tahapan sosialisasi dan pengisian mandiri untuk usaha besar dan menengah melalui metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI).

 

Pengisian mandiri tersebut telah dilakukan terhadap sejumlah sektor usaha melalui kerja sama dengan perangkat daerah, di antaranya Diskopdagperin, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan. Namun demikian, tingkat partisipasi sejumlah pelaku usaha dinilai masih perlu terus ditingkatkan agar cakupan data yang dihimpun lebih optimal.

 

Selain pengisian mandiri, pelaksanaan sensus secara door to door menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) akan dilaksanakan mulai 15 Juni hingga Agustus 2026. Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, BPS Kabupaten Kuningan saat ini tengah melakukan rekrutmen sekitar 1.040 petugas lapangan yang nantinya akan mendapatkan pelatihan secara bertahap. (HEM/BK)