Sejumlah anggota KBIHU SI Kabupaten Kuningan melakukan kegiatan gerak jalan sehat untuk mencetak jemaah sehat, berwawsan dan peduli sosial.
KUNINGAN,
(BK).-
Kelompok
Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Syiarul Islam Kabupaten Kuningan melakukan
inovasi baru dalam pembinaan calon haji
1447 H/2026 M, dengan meluncurkan
program baru bertajuk “Jalan Santai dan Berbagi” upaya mencetak jemaah sehat, berwawasan
dan peduli.
Kegiatan
tersebut merupakan bagian dari persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 2026. Ketua
KBIHU SI, Dr. KH. Aang Asya’ri, menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan
menjaga kesehatan dan kebugaran para jemaah sekaligus mengedukasi pentingnya
budaya sedekah dan membangun kepedulian sosial.
“Program
ini kami hadirkan untuk memastikan jemaah haji KBIHU Syiarul Islam itu dalam keadaan
sehat, bugar, serta memiliki semangat berbagi dan bersedekah. Selain itu juga
menjadi sarana penyampaian informasi terbaru terkait keberangkatan haji,” ungkap
KH Aang.
Ia
menegaskan, ibadah haji itu membutuhkan kesiapan fisik dan wawasan yang baik.
Karena itu, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada manasik ibadah,
tetapi juga penguatan kesehatan, mental, dan ukhuwah antarsesama jemaah.
“Haji
itu harus sehat dan berwawasan. Jemaah juga perlu memiliki kepedulian sosial
serta hubungan ukhuwah yang erat. Program ini menjadi salah satu ikhtiar untuk
semakin merekatkan tali persaudaraan antarjemaah. Pada musim haji tahun ini,
KBIHU SI tercatat memiliki 160 calon jemaah haji yang terdaftar. Namun, karena
adanya pengurangan kuota, jumlah jemaah yang dapat diberangkatkan sebanyak 130
orang,” tutur KH Aang, belum lama ini.
Direcanakan,
seluruh jemaah KBIHU SI akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 18 Mei 2026
melalui Bandara Kertajati. Sebagai bagian dari finalisasi persiapan
keberangkatan, KBIHU Syiarul Islam juga mengundang seluruh jemaah untuk hadir
di Sekretariat KBIHU Syiarul Islam pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 07.30–09.00
WIB.
Dalam
kegiatan tersebut, panitia akan membagikan dan membahas rencana kegiatan selama
di Makkah dan Madinah, pembagian surat undangan keberangkatan serta stiker
kendaraan pengantar jemaah. Selain iut, finalisasi persiapan keberangkatan, tayangan
senam haji agar tetap fit selama perjalanan, sesi tanya jawab seputar ibadah
haji, hingga munajat bersama untuk kesehatan, keselamatan, dan kemabruran
seluruh jemaah. Panitia juga mengingatkan agar stiker kendaraan pengantar
disimpan dengan baik karena akan digunakan kembali saat proses penjemputan
jemaah sepulang dari Tanah Suci. (HEM/BK)




