![]() |
| Rokiman, Juru Pelihara Museum Situs Taman Purbakala Cipari, di depan gedung Museum Situs Taman Purbakala Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. (Foto: Dok. Apip BK) |
KUNINGAN,(BK). –
Museum Situs Taman Purbakala Cipari di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, terus menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang menyimpan jejak kehidupan manusia masa prasejarah atau masa praaksara. Selain menyimpan berbagai peninggalan budaya megalitik, pengelola berharap pemerintah daerah dapat memperbaiki akses jalan agar kunjungan wisata semakin meningkat. Senin (29/06/26)
Juru Pelihara Museum Situs Taman Purbakala Cipari, Rokiman, mengatakan dirinya telah mengabdikan diri selama hampir 23 tahun menjaga dan merawat situs tersebut. Menurutnya, Museum Cipari merupakan salah satu peninggalan penting masa praaksara, yakni masa ketika manusia belum mengenal tulisan.
Keberadaan Museum Situs Taman Purbakala Cipari merupakan peninggalan masa prasejarah atau praaksara. Pada masa itu manusia belum mengenal huruf atau tulisan sehingga disebut masa praaksara," ujar Rokiman saat ditemui di Museum Situs Taman Purbakala Cipari, Kecamatan Cigugur.
Ia menjelaskan, kawasan museum berada di lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi di kaki Gunung Ciremai dengan ketinggian sekitar 661 meter di atas permukaan laut. Lokasi tersebut awalnya merupakan lahan pertanian milik warga yang tidak menunjukkan adanya peninggalan purbakala di permukaannya.
Rokiman menuturkan, sejarah penemuan situs bermula pada 1971 ketika seorang petani bernama Wijaya menemukan batu yang diduga merupakan benda purbakala. Penemuan itu kemudian diteliti oleh P. Djatikusumah hingga akhirnya dilakukan ekskavasi oleh pemerintah dan menghasilkan berbagai temuan berupa peti kubur batu, kapak batu, gelang batu, gerabah hingga benda-benda budaya megalitik lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian arkeologi, lanjutnya, Situs Cipari diperkirakan pernah dihuni masyarakat pada akhir zaman Neolitik hingga awal penggunaan perunggu, sekitar 1.000 sampai 500 sebelum Masehi. Masyarakat saat itu telah mengenal sistem pertanian, organisasi sosial, serta tradisi megalitik yang berkaitan dengan penghormatan kepada leluhur.
Meski menjadi salah satu situs purbakala penting di Jawa Barat, Rokiman mengaku masih menghadapi kendala pada akses menuju lokasi museum.
"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat membantu memperbaiki akses jalan menuju museum. Saat ini bus besar sulit masuk karena tikungan jalan yang sempit, sehingga banyak rombongan yang akhirnya membatalkan kunjungan atau harus berjalan kaki sekitar 500 meter," katanya.
Menurutnya, apabila akses jalan diperbaiki, jumlah kunjungan wisatawan, khususnya rombongan pelajar dan wisatawan dari luar daerah, diyakini akan meningkat.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan situs bersejarah tersebut.
"Ini adalah wisata edukasi yang harus kita jaga, rawat dan informasikan kepada generasi muda agar mereka mengenal sejarah dan budaya daerahnya," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Desa Cigarukgak, Kecamatan Ciawigebang, Udin Ajudin, mengaku sengaja datang ke Museum Cipari untuk mengenal lebih dekat sejarah budaya di Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, keberadaan situs purbakala tersebut menjadi bukti penting perjalanan sejarah masyarakat Kuningan yang perlu terus dilestarikan.
"Kami datang ke sini untuk mengetahui lebih dekat sejarah dan budaya Kuningan. Harapannya museum ini semakin berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang datang untuk belajar sejarah," katanya.
Di sisi lain, Lurah Cipari Sastiah, S.Sos. menyampaikan apresiasinya atas perhatian berbagai pihak, termasuk media, dalam membantu memperkenalkan Museum Situs Taman Purbakala Cipari kepada masyarakat.
Menurut Sastiah, sejak dirinya menjabat sebagai lurah, perkembangan museum menunjukkan tren yang positif. Bahkan, kunjungan Menteri Kebudayaan beberapa waktu lalu menjadi momentum penting yang semakin mengangkat nama Kelurahan Cipari di tingkat nasional.
"Alhamdulillah, Museum Taman Purbakala Cipari semakin dikenal. Kehadiran pemerintah pusat menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung pelestarian budaya. Saat ini pengunjung juga semakin banyak, salah satunya karena informasi dari media dan media sosial," ujarnya.
Ia menjelaskan, meningkatnya kunjungan wisatawan tidak terlepas dari peran media dan media sosial yang turut memperkenalkan Museum Situs Taman Purbakala Cipari kepada masyarakat luas. Selain itu, kata dia, warga sekitar juga aktif mendukung setiap kegiatan yang diselenggarakan di kawasan museum melalui gotong royong, menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan.
"Kami berharap Museum Situs Taman Purbakala Cipari terus berkembang menjadi destinasi wisata edukasi yang membanggakan Kabupaten Kuningan serta mampu menarik lebih banyak pengunjung pada masa mendatang," pungkasnya. (Apip/BK)




